2019-11-19 14:51:10

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA MATERI SUMPAH PEMUDA MELALUI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) KELAS XI DI MAN 2 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2019-2020



Arrochma Laila Hajar Maulana peserta  pelatihan dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian Agama Angkatan ke-27 mengambil judul aktualisasi : “Optimalisasi Pembelajaran Sejarah Indonesia Materi Sumpah Pemuda melalui Metode Bermain Peran (Role Playing) Kelas XI di MAN 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2019-2020” .



Menurut Arrochma Laila Hajar Maulana Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan yang terdiri dari keberagaman suku bangsa, ras, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian dan agama, serta puluhan ribu pulau. Peran serta generasi muda dalam menjaga keutuhan, kemajemukan negara serta mempertahankan kebudayaan yang dimiliki negara Indonesia sangat dibutuhkan. Salah satu filter untuk menahan masuknya pengaruh kebudayaan asing akibat arus globalisasi yang kurang sesuai dengan budaya Indonesia adalah melalui pendidikan nasional atau penanaman sikap nasionalisme. Oleh karena itu, MAN 2 Tulungagung sebagai salah satu institusi pendidikan dalam rangka memperingati Hari sumpah Pemuda ingin menggugah kembali rasa nasionalisme siswa yang sekarang mulai dirasa luntur karena arus globalisasi.



Karenanya, perlu adanya variasi metode  pembelajran Sejarah indonesia khusus materi Sumpah Pemuda, salah satunya melalui metode bermain peran (role playing).



Tujuan dari  kegiatan aktualisasi tersebut adalah: (1)  untuk mengimplementasikan rancangan aktualisasi yang dikaitkan dengan nilai- nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) ke dalam diri masing-masing Calon ASN; (2)  menginternalisasikan nilai-nilai dasar PNS serta peran dan kedudukannya dalam NKRI untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran di MAN 2 Tulungagung; (3) menanamkan semangat nasionalisme siswa kelas XI pada mata pelajaran sejarah di MAN 2 Tulungagung dapat meningkat; (4)  memotivasi belajar siswa sehingga Kegiatan Pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.



Dari kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi). Untuk nilai akuntabilitas  diperoleh sikap transparan dalam konsultasi dan menyampaikan informasi kepada mentor. Nilai nasionalisme ditunjukkan dari  senantiasa bermusyawarah dengan mentor, etika publik ditunjukkan dari komunikasi yang sopan dengan mentor; komitmen mutu diperoleh dari inovasi dalam menyampaikan core isu, sedangkan anti korupsi ditunjukkan dari sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas aktualisasi.



Dari analisis kriteria isu menggunakan analisis AKPK (aktual, kekhalayakan, problematika dan kelayakan) diperoleh kesimpulan bahwa ‘Kurang optimalnya pembelajaran Sejarah Indonesia kelas XI di MAN 2 Tulungagung untuk meningkatkan semangat nasionalisme siswa melalui metode bermain peran (Role Playing) ditetapkan sangat kuat pengaruhnya dibanding isu lain. Sedangkan dilihat dari kualitas isu dengan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), diperoleh kesimpulan bahwa Kurang optimalnya pembelajaran Sejarah Indonesia kelas XI di MAN 2 Tulungagung untuk meningkatkan semangat nasionalisme siswa melalui metode bermain peran (Role Playing) ” ditetapkan menjadi isu dengan kualitas tertinggi dibanding isu lain, sehingga isu tersebut layak dijadikan isu utama.