2019-11-22 10:13:13

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X IPS 2



MELALUI MODIFIKASI PEMANASAN MATERI LARI ESTAFET



DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 4 BANYUWANGI



Citra Eka Susanti peserta  pelatihan dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian Agama Angkatan ke-27 mengambil judul aktualisasi : “Peningkatan Keaktifan Siswa Kelas X  IPS 2 melalui Modifikasi Pemanasan Materi Lari Estafet di Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi” .



Menurut Citra Eka Susanti,  salah satu tugas pokok dan fungsi seorang guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) antara lain: faktor guru, faktor siswa, faktor materi pembelajaran, faktor alat dan fasilitas olahraga, dan model pembelajaran, jumlah siswa yang terlalu banyak serta alokasi waktu yang kurang. Masalah keaktifan siswa adalah masalah yang sering dijumpai guru PJOK dalam proses pembelajaran. Untuk itu guru dituntut kreativitasnya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum untuk meningkatkan keaktifan siswa..



Terbukti dalam praktiknya di lapangan, kurangnya keaktifan siswa kelas X IPS 2 pada jam pelajaran ke 3 dan 4 dalam mengikuti pelajaran PJOK dikarenakan kurang antusias dan mendekati jam istirahat. Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan siswa kelas X IPS 2 Kurang aktif antara lain pemanasan kurang inovasi, program pembelajaran tidak sesuai rancangan, dan tidak adanya media yang menarik minat siswa. Hal inilah yang menyebabkan siswa sulit dikendalikan saat pembelajaran, siswa akan melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh guru setelah guru mengulang perintahnya beberapa kali dan cenderung harus menaikkan volume suaranya.



Oleh karena itu, inovasi yang akan diterapkan terhadap permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan modifikasi pemanasan pada materi lari estafet. Modifikasi pemanasan ini dilaksanakan dengan menginovasi pola sebelumnya yang awalnya lari mengelilingi lapangan saja menjadi pemanasan menggunakan pola lari estafet.



Sedangkan tujuan dari aktualisasi tersebut adalah  mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yang telah didapat selama mengikuti Diklat ke dalam lingkup kerjanya sehingga dapat menjalankan perannya sebagai ASN.. Di samping itu, juga untuk  meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran PJOK khususnya dalam materi lari estafet.



Dari kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi). Untuk nilai akuntabilitas  diperoleh sikap transparan dalam konsultasi dan menyampaikan informasi kepada mentor. Nilai nasionalisme ditunjukkan dari  senantiasa bermusyawarah dengan mentor, etika publik ditunjukkan dari komunikasi yang sopan dengan mentor; komitmen mutu diperoleh dari inovasi dalam menyampaikan core isu, sedangkan anti korupsi ditunjukkan dari sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas aktualisasi.



Dari analisis kriteria isu menggunakan analisis AKPK (aktual, kekhalayakan, problematika dan kelayakan) diperoleh kesimpulan bahwa ‘Rendahnya keaktifan siswa kelas X IPS 2 dalam melakukan pemanasan) ditetapkan sangat kuat pengaruhnya dibanding isu lain. Sedangkan dilihat dari kualitas isu dengan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), diperoleh kesimpulan bahwa Rendahnya keaktifan siswa kelas X IPS 2 dalam melakukan pemanasan) ” ditetapkan menjadi isu dengan kualitas tertinggi dibanding isu lain, sehingga isu tersebut layak dijadikan isu utama.