2020-04-29 12:00:00

Widayanto


widayantoku@gmail.com


Kalau kita baca di banyak harian media sosial hari-hari ini, tentu kita temui taggart ini antara lain:

#virus corona #ramdhan 2020 #jokowi larang mudik
#psbb#social distancing #physical distancing



Pertanyaan yang muncul adalah:Apakah silaturahmi kita tertunda gara gara semua taggart itu?



Jawab:


Secara fisik mungkin betul, tetapi ada yang cara lebih ampuh untuk tidak menundanya
Pertanyaan:
Bagaimana caranya:
Jawab:
Berikut uraiannya
Pengertian Silaturahmi
Silaturahmi berasal dari kata "shilatun" yang artinya hubungan atau menghubungkan.  Adapun kata "al rohiimu" atau "al rohmu" jamaknya "al irhaamu" berarti rahim atau peranakan perempuan atau kerabat. Asal katanya dari ar-rahmah (kasih sayang). Kata ini digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena dengan adanya hubungan rahim atau kekerabatan itu, orang-orang berkasih sayang (Habibillah, 2013). Dari sini, silaturahmi secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan sudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab) dengan kita.

Disamping itu pengertian silaturahmi dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian yang lebih luas, karena penggunaan istilah ini tidak hanya terbatas pada hubungan kasih sayang antara sesama karib kerabat, akan tetapi juga mencakup pengertian masyarakat yang lebih luas. Kemudian mengadakan silaturahmi dapat diaplikasikan dengan mendatangi famili atau teman dengan memberikan kebaikan baik berupa ucapan maupun perbuatan.


Kata “mendatangi” inilah yang bertentangan dengan # (baca: taggart) di atas. Konsekuensinya adalah banyak yang merasa bahwa silaturrahmi menjadi tertunda. Kita sebagai makhluk individu dan makhluk sosial pada dasarnya tidak mampu hidup sendiri di dalam dunia ini. Kita harus berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, dengan teman, tetangga, kerabat, dan bahkan orang tua kandung. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.



Inti atau pokok kata silaturrahmi adalah rahmat dan kasih sayang. Menyambung kasih sayang dan menyambung persaudaraan, bisa juga diartikan sebagai menyambung tali kekerabatan dan menyambung sanak. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama kita untuk keamanan dan ketentraman dalam pergaulan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Kita merupakan makhluk sosial, yang di manapun dan kapanpun membutuhkan orang lain untuk bisa saling membantu, saling menolong, mendukung, bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia. Oleh karena itu, di dalam kehidupan sehari hari silaturahmi sangatlah penting.



Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa silaturrahmi berarti mendekatkan diri kepada orang lain setelah selama ini jauh dan menyambung kembali komunikasi setelah selama ini terputus dengan penuh kasih sayang diantara kita. Orang yang menyambung bukanlah orang yang membalas kebaikan orang, akan tetapi ia adalah orang yang apabila hubungan kekerabatannya diputuskan maka ia menyambungnya (al-Bukhari, 1989).



Jadi kata silaturrahim sendiri kurang lebih berarti hubungan antar seseorang dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Bukan hanya kepada sanak saudara dan kerabat, tetapi silaturrahmi juga dapat dijalin dengan siapa saja di antara sesama manusia, baik mereka yang seiman dengan kita maupun mereka yang tidak seiman selama mereka tidak memusuhi dan memerangi kita.



Jalinan silaturrahmi bukanlah hal yang sepele dalam agama kita. Karena pentingnya keberadaan orang lain bagi seseorang, Islam tidak mengecilkan pola hubungan simbiosis mutualisme antar manusia. Hubungan itu diatur demikian indahnya sehingga satu sama lain seperti mata rantai yang saling berkaitan. Banyak petunjuk-petunjuk yang mengatur hubungan persaudaraan antar manusia, misalnya, jual beli tidak boleh ada yang dirugikan, utang piutang tidak boleh ada unsur riba, dan banyak lagi bentuk hubungan yag diatur dengan baik. Semuanya memiliki tujuan agar bentuk hubungaan antar manusia tidak berakhir dengan putusnya hubungan silaturrahmi di antara sesama.



Selanjutnya Rasululah Muhammad Saw. menjelaskan bahwa barang siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia mengadakan silaturrhmi. Kemudian Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang menyambungkanku, maka Allah pun akan menyambungkannya. Dan barangsiapa yang memutuskanku, niscaya Allah pun akan memutuskannya pula. Hampir tidak ada perbedaan dikalangan cendekia mengenai hukum silaturrahmi, mereka sepakat bahwa silaturrahmi secara umum adalah wajib dan memutuskannya merupakan dosa. Namun menyambung silaturrahmi memiliki derajat yang bertingkat-tingkat yang sebagiannya lebih tinggi dari yang lain.



Pertanyaan:


Apakah hikmah silaturrohmi itu?


Jawab:
Hikmah silaturrahmi antara lain:

Merekatkan Tali Persaudaraan


Hikmah dan keutamaan silaturrahmi yang pertama adalah bisa merekatkan tali persaudaraan. Ya, tentunya sebagai manusia kita tidak terlepas dari yang namanya salah dan khilaf, apalagi dengan orang orang yang paling dekat dengan kita, anggota keluarga, tetangga, bahkan teman-teman dikantor kita. Pasti ada saja masalah dan konflik yang terjadi, bahkan sering kali tanpa sadar kita menyakiti hati seseorang. Nah, dengan silaturrahmi dapat memberikan hikmah untuk merekatkan kekerabatan yang mulai renggang atau berkurang dengan munculnya physical dan social distancing.

Memperbanyak Rezeki


Di dalam beberapa hadis dikatakan bahwa dengan bersilaturrahmi bisa memperbanyak rezeki. Tentu saja rezeki ini bisa bersifat langsung ataupun efek yang tidak langsung. Misalnya saja, dengan bertemu sahabat, kita bisa menawarkan produk bisnis, membangun bisnis bersama, atau mendapatkan berkah lainnya dari bersilaturahmi. Dengan teman sekantor, kita bisa bertukar pikiran tentang masalah masalah uptodate demi kemajuan bersama. Jadi rizki tidak selalu berupa bentuk fisik, seperti uang dan sejenisnya, tetapi dapat informasi baru, bertemu dengan perasaan penuh senang itu juga rizki.

Menambah Empati dan Menjauhi Sikap Egois


Hikmah dan keutamaan silaturrahmi lainnya adalah bisa menambah empati dan menjauhi sikap egois. Ya, saat sedang bersilaturrahmi, kita dibiasakan untuk menghargai orang lain, menghormati mereka, mendengarkan cerita dan masalahnya dan hal-hal lainnya. Untuk itu, silaturrahmi secara tidak langsung, kalau dijalankan secara konsisten akan membentuk empati dan menjauhi sikap egois.

Menambah Kekuatan dan Kesatuan Islam


Di dalam agama kita, sering kali diperintahkan untuk saling bersatu agar tidak bercerai berai. Tentu saja, efek silaturrahmi akan kekuatan umat Islam bisa bersatu dan saling bahu membahu. Bayangkan saja kalau kita hidup individualis dan tidak saling membantu, maka umat Islam bisa bercerai berai dan kesatuan Islam akan terancam. Untuk itulah dibutuhkan untuk saling bersilaturrahmi.

Memperluas Persaudaraan


Selain itu, dengan bersilaturahmi kita juga bisa saling mengenal dan memperluas persaudaraan. Awalnya hanya mengenal satu orang, kemudian akan banyak mengenal sahabat-sahabat atau saudara yang lainnya. Tanpa adanya silaturrahmi, tentu hal ini sulit terjadi. Kita tidak akan mengenal sanak kerabat, sahabat dan yang lainnya, padahal diketahui bahwa semua umat Islam adalah bersaudara. Inilah salah satu fungsi dari silaturrahmi.



Pertanyaan:Terus bagaimana supaya silaturrahmi selama masa Covid-19 ini tidak tertunda?, karena tidak boleh mendatangi kan?



Jawab:


Silaturrahmi bisa dilakukan dengan cara ...
“mendoakan sesama”, karena tidak boleh mendatangi, gak boleh mudik, phisical distancing.



Kita dianjurkan untuk saling menjaga tali silaturrahmi. Ini dikarenakan prinsip dalam agama kita bahwa tiap muslim adalah bersaudara. Karena itu, mendoakan anggota keluarga, tetangga, bahkan teman-teman dikantor kita dan sesama muslim adalah salah satu bentuk kebaikan. Banyak fungsi mendoakan sesama kita. Salah satunya adalah agar rahmat Allah SWT tak hanya dirasakan oleh satu orang saja tetapi banyak dirasakan oleh orang lain. Berikut doanya:


“Robbanagh firlanaa wali ikhwaaninal ladziina sabaquuna bil iimaan”.


Artinya:


“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman”


 Islam merupakan salah satu agama yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik dengan cara mendoakan sesamanya. Dengan silaturahmi berupa mendoakan ini, merupakan salah satu amalan yang bisa dilakukan selama covid-19. Menjalin silaturahmi dengan doa merupakan salah satu cara mewujudkan ukhuwah islamiyah dan dapat dilakukan dengan cara mendoakan sanak saudara, keluarga, teman, sahabat, dan sesama kita.



Pertanyaan: Kesimpulannya?

Jawab:
Untuk mewujudkan silaturrahmi yang baik di masa pandemi corona ini, maka diperlukan adanya adab-adab silaturrahmi dalam mendoakan orang lain, seperti niat yang ikhlas, sabar dalam menjalin silaturrahmi berupa doa kebaikan, dan mengutamakan mendoakan kebaikan kepada kerabat yang mempunyai hubungan kekeluargan, seperti ibu bapak, saudara-saudari, paman bibi, dan kakek nenek, kerabat, selanjutnya teman, sahabat, kolega kantor dan disusul doa kebaikan untuk semua bangsa Indonesia serta seluruh umat di dunia.


Referensi:


Al-Bukhari, M. 1989. al-Adab al-Mufrad. Bairut: Dar al-Basyair al-Islamiyah, Juz I. Cet. I. h. 37.
Habibillah, M. 2013. Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan Silaturrahmi. Jogjakarta: Sabil h. 123.
Qur’an Kemenag, Online https://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/59 diakses 29 April 2020.