2019-11-29 13:07:22

PENERAPAN METODE JOYFULL LEARNING MELALUI MILO GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MIPA 3 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANYUWANGI




Dessy Piton’s Bunga Pertiwi pelatihan dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian Agama Angkatan ke-27 mengambil judul aktualisasi : “Penerapan Metode Joyfull Learning Melalui Milo Guna Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIPA 3 Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi” .



Menurut Dessy  keberhasilan inovasi pembelajaran salah satunya ditandai dengan mengubah persepsi siswa akan hal yang sulit menjadi mudah, suasana yang membosankan menjadi pertemuan yang ditunggu dan sebagainya. Seperti halnya pembelajaran matematika. Sampai saat ini, matematika masih diangga menjadi pelajaran yang sulit. Ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and Development (OECD) yang dilakukan pada 65 negara di dunia tahun 2012 lalu, mengatakan bahwa kemampuan matematika siswa-siswi di Indonesia menduduki peringkat bawah dengan skor 375. Kurang dari 1 persen siswa Indonesia yang memiliki kemampuan bagus di bidang matematika. Ini adalah pernyataan yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan Indonesia.



Dengan cara mengajar yang menyenangkan diharapkan siswa dapat lebih antusias selama pembelajaran berlangsung sehingga dapat menyerap informasi dengan maksimal dan menerapkannya di kemudian hari. Dengan demikian akan terbentuknya siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan. Sesuai dengan visi Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi yaitu unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi iman dan taqwa serta berwawasan lingkungan



Menurut pengamatan Dessy ketika mengajar,  seringkali siswa tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Apalagi kegiatan belajar tersebut dilakukan pada jam-jam terakhir pembelajaran di sekolah atau pada saat jam pelajaran ke 7-8 atau sekitar pukul 12.00 – 13.40 WIB. Pembelajaran matematika pada siang hari membutuhkan strategi pembelajaran yang dapat mengalahkan rasa jenuh dan lelah setelah siswa belajar sepanjang pagi hari. Rendahnya konsetrasi siswa akan berpengaruh dengan kemampuan siswa menyerap materi. Dengan demikian diperlukan konsentarasi belajar yang baik agar dapat menyerap materi dengan baik sehingga memperoleh hasil belajar yang baik. Penerapan Joyfulll learning milo diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.



Dari kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi). Untuk nilai akuntabilitas  diperoleh sikap transparan dalam konsultasi dan menyampaikan informasi kepada mentor. Nilai nasionalisme ditunjukkan dari  senantiasa bermusyawarah dengan mentor, etika publik ditunjukkan dari komunikasi yang sopan dengan mentor; komitmen mutu diperoleh dari inovasi dalam menyampaikan core isu, sedangkan anti korupsi ditunjukkan dari sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas aktualisasi.



Dari analisis kriteria isu menggunakan analisis AKPK (aktual, kekhalayakan, problematika dan kelayakan) diperoleh kesimpulan bahwa “melemahnya konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika pada saat jam pelajaran ke 7-8 berpengaruh terhadap hasil belajar”ditetapkan sangat kuat pengaruhnya dibanding isu lain. Sedangkan dilihat dari kualitas isu dengan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), diperoleh kesimpulan bahwa “melemahnya konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika pada saat jam pelajaran ke 7-8 berpengaruh terhadap hasil belajar ” ditetapkan menjadi isu dengan kualitas tertinggi dibanding isu lain, sehingga isu tersebut layak dijadikan isu utama.