2019-11-15 10:13:39

PENINGKATAN SIKAP SOPAN SANTUN SISWA MELALUI PROGRAM “ SIS BOWO “ ( SETIAP SELASA BOSO JOWO )  DI KELAS 4 D  MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 MAGETAN


Anom Suprianto,  peserta  pelatihan dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian Agama Angkatan ke-27 mengambil judul aktualisasi : Peningkatan Sikap Sopan Santun Siswa Melalui Program “ Sis Bowo “ ( Setiap Selasa Boso Jowo )  di Kelas 4 D  Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Magetan



Menurut Anom Suprianto salah satu permasalahan yang muncul di kelas adalah  peserta didik kurang bisa berbahasa Jawa secara halus kepada orang yang lebih tua. Bahasa Jawa menjadi momok bagi mereka karena mereka merasa sulit dan tidak pernah atau jarang menggunakannya dalam kehidupan sehari hari). Bahasa Jawa merjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di tingkat SD/MI. Mereka diharapkan mampu menguasai ke empat skill dalam pembelajaran Bahasa Jawa yang meliputi membaca, mendengar, berbicara dan menulis.. Namun dalam pelaksananan pada kegiatan belajar mengajar, Anom merasakan adanya kepasifan dan kesulitan peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi dasar. Hal itu berdampak pada hasil evaluasi belajar mereka terutama dalam ketrampilan menulis,membaca dan sopan santun. Penyebab terjadinya hal tersebut antara lain bukan semata- mata mereka malas belajar akan tetapi lebih kurangnya penguasaan kosa kata bahasa jawa sehingga berdampak pada ketidakpahaman mereka terhadap kata/ kalimat bahasa jawa. Selain itu, juga didukung dengan banyaknya siswa yang tidak memiliki kamus sebagai penunjang belajar.



Tujuan dari kegiatan tersebut adalah  (1) mendaftar dan mengelompokkan kosa kata yang ada di dalam materi pelajaran Bahasa Jawa dengan membuat buku pedoman target pencapaian hafalan kosa kata Bahasa Jawa; (2) menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif,koopertif dan menyenangkan dengan membuat media belajar berupa Ular Tangga Bahasa Jawa; (3) menyediakan bahan belajar siswa dengan membuat buku saku yang berjudul “ Pinter Boso Jowo “, (4) menerapkan metode pembelajaran Cooperative Learning dengan menggunakan media Ular Tangga Bahasa Jawa dan buku saku Pinter Boso Jowo dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas; (5) mengaktualisasikan dan menghabituasikan nilai – nilai dasari akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA), serta peran dan kedudukan ASN dalam NKRI yaitu Whole of Government, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik di instansi kerja masing-masing.



Dari kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi). Untuk nilai akuntabilitas  diperoleh sikap transparan dalam konsultasi dan menyampaikan informasi kepada mentor. Nilai nasionalisme ditunjukkan dari  senantiasa bermusyawarah dengan mentor, etika publik ditunjukkan dari komunikasi yang sopan dengan mentor; komitmen mutu diperoleh dari inovasi dalam menyampaikan core isu, sedangkan anti korupsi ditunjukkan dari sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas aktualisasi.



Dari analisis kriteria isu menggunakan analisis AKPK (aktual, kekhalayakan, problematika dan kelayakan) diperoleh kesimpulan bahwa ‘Peningkatan Sikap Sopan Santun Siswa melalui Program “ Sis Bowo “ ( Setiap Selasa Boso Jowo ) Di Kelas 4D Min 2 Magetan



” ditetapkan sangat kuat pengaruhnya dibanding isu lain. Sedangkan dilihat dari kualitas isu dengan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), diperoleh kesimpulan bahwa Peningkatan Sikap Sopan Santun Siswa melalui Program “ Sis Bowo “ ( Setiap Selasa Boso Jowo ) Di Kelas 4D Min 2 Magetan” ditetapkan menjadi isu dengan kualitas tertinggi dibanding isu lain, sehingga isu tersebut layak dijadikan isu utama.