Berita


Redaktur Web
2020-09-01 13:30:59
Hari Kedua,  Agus Akhmadi Berikan Materi  Manajemen Madrasah Diniyah

BDKSURABAYA –Usai mengikuti pembukaan dan berlanjut dengan materi BLC (Building, Learning and Comitment), hari kedua, peserta Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah di Tulungagung menerima materi Manajemen Madrasah Diniyah dengan widyaiswara Agus Akhmadi.


Pada materi tersebut, widyaiswara yang meraih gelar dokor dari Universitas Negeri Malang tersebut menjelaskan bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah suatu pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan umum sebagai pelengkap bagi siswa pendidikan umum. (01/09/2020).


Madrasah tersebut terbagi atas 3 tingkatan, yaitu awaliyah dengan masa belajar 4 tahun, wustha 2 tahun dan ulya dengan lama belajar 2 tahun. Mengenai materi yang diajarkan,   pada tingkatan awaliyah terdiri dari Al Quran Hadits, tajwid, aqidah akhlak, fiqih-ibadah,  sejarah kebudayaan Islam (SKI) , Bahasa Arab dan praktik ibadah.



Pada tingkatan wustha, lanjut Agus, materi yang diajarkan terdiri dari hadits, tafsir, terjemahan, aqidah akhlak, fiqih, SKI, Bahasa Arab dan praktik ibadah. Untuk tingkatan Ulya santri diajarkan Quran-Hadits (ilmu tafsir dan ilmu Hadits), aqidah akhlak, fiqih dan ushul fiqih, SKI, Bahasa Arab dan praktik ibadah. Sedangkan kurikulum  yang saat ini berlaku adalah kurikulum Madrasah Diniyah tahun 1983 yang diadaptasi dengan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan).



Dalam penjelasannya kompetensi lulusan dari Madrasah Diniyah adalah agar santri memiliki karakter seorang muslim, beriman, bertaqwa dan mewarnai kehidupannya dengan akhlakul karimah; memiliki sikap sebagai seorang warga negara Indonesia yang baik; memiliki kepribadian yang baik, percaya pada diri sendiri, sehat jasmani dan rohani; memiliki pengalaman pengetahuan, keterampilan ibadah dan sifat-sifat terpuji yang berguna bagi pengembangan kepribadiannya; memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas hidupnya dalam dalam masyarakat dan berbakti kepada Allah S.W.T. guna mencapai kebahagian dunia dan akhirat.


Penjelasan dari Agus tersebut cukup menyedot perhatian peserta. Hampir semua peserta mengikutinya dengan serius karena berharap mendapatkan  tambahan ilmu  baru.(AF).