Berita


Redaktur Web
2019-09-09 13:09:04
Tingkatkan Motivasi Belajar Anak Didik, Guru Diharap Ikut Berkiprah dalam Revolusi Industri 4.0

BDKSURABAYA -  Saat ini dunia berada dalam era revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan  semakin menyatunya  konektivitas antara manusia, mesin dan sumber daya yang ada melalui teknologi komunikasi dan informasi. Era tersebut telah mengubah semua gaya hidup manusia, termasuk dalam menjalankan proses pembelajaran di madrasah. Demikian uraian sambutan pengarahan Kasubbag TU Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muslimin ketika membuka empat angkatan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. (09/09/2019).


Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan tak bisa lepas dari era revolusi industri,  sehingga proses pembelajaran di madrasah perlu mulai menyesuaikan dengan kondisi saat ini, misalnya dalam pencarian sumber pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi terhadap siswa yang menggunakan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan, apalagi menghadapi  generasi era milenial yang ditandai dengan generasi yang dinamis, akrab dengan teknologi dan  menyukai tantangan.


Dalam pandangannya, guru akan mampu berkiprah di era revolusi industri 4.0 jika mereka mampu meningkatkan kompetensi dalam bidang teknologi informasi  dan komunikasi. Teknologi tersebut harus sudah menjadi alat atau perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Menurutnya, penggunaan teknologii informasi akan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar anak didik karena sesuai dengan gaya hidup era milenial.


Upacara pembukaan yang dihadiri oleh pejabat eselon IV, koordinator widyaiswara dan panitia penyelenggara tersebut berlangsung singkat.  Diklat yang dibuka kali terdiri dari Diklat Teknis Substantif  (DTS) Guru Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Angkatan 2, DTS Guru Al Quran Hadits MI Angkatan 2, DTS Karya Tulis lmiahI Pengawas Madrasah Angkatan 1 dan DTS Guru Matematika MI Angakatan 2.


Pada setiap angkatan diikuti oleh 35 peserta sehingga terdapat total 140 peserta akan mengikuti pelatihan  sampai 6 hari ke depan.  Mereka akan mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi dan menerima materi  dasar, inti dan penunjang sesuai dengan jenis diklat yang diikuti. (AF)