Berita


Redaktur Web
2020-09-07 10:30:09
Terapkan Potokol Kesehatan, BDK Surabaya Selenggarakan  9 Angkatan Pelatihan di Wilayah Kerja

BDKSURABAYA -  Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya tetap berkiprah dalam era new normal dengan menyelenggarakan pelatihan di wilayah kerja (PDWK). Pelatihan tersebut terdiri dari Pelatihan Tematik Madrasah Ibtidaiyah, Pelatihan Pelayanan Publik Madrasah dan Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah.  Ketiga kegiatan tersebut diselenggarakan di wilayah Kerja kantor Kemenag Kab. Sidoarjo, Kab. Pasuruan dan kab. Situbondo, sehingga jumlah keseluruahan  sebanyak 9 angkatan pelatihan.(07/09/2020)


Pelatihan  yang diikuti oleh total 180 peserta tersebut  dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag setempat atau pejabat yang mewakili. Pesan-pesan  yang sarat dengan motivasi kepada peserta disampaikan oleh pejabat yang membuka kegiatan. Dalam sambutan  pengarahannya, rata-rata dari mereka berharap agar pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dengan penuh tanggung jawab, disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Era pandemi covid, menurut mereka bukanlah sebagai halangan untuk tetap meningkatkan komptensi. Tujuannya agar SDM di Kemenag mampu memberikan pelayanan secaar profesional.


Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM madrasah tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 12 September 2020. Pada pelatihan pembelajaran tematik, diharapkan peserta yang berprofesi sebagai guru MI mampu menyampaikan pembelajaran bertema di mana terdapat integrasi dari beberapa mata pelajaran dalam sebuah pembelajaran. Untuk pelatihan pelayanan publik madrasah bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah agar mereka mampu menjadi pelayanan publik dan pelaksana kebijakan publik yang baik Sedangkan pelatihan manajemen pembelajaran madrasah diniyah mempunyai tujuan agar peserta yang berprofesi sebagai guru madrasah diniyah mampu menerapkan proses pembelajaran dengan efektif, baik dalam model,  strategi maupun dalam penilaian pembelajaran.


Pelaksanaan  kegiatan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan. Panita  penyelenggara  menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun/handsanitizer,  menetapkan area wajib pakai masker, menyediakan alat pengukur suhu (thermogun) dan membersihkan ruangan secara rutin minimal 1 kali sehari  dengan disinfektan.


Di samping itu,, selama mengikuti pelatihan peserta wajib cuci tangan pakai sabun di air mengalir atau  menggunakan handsanitizer, menggunakan masker, memakai penutup wajah  (face shield),  menjaga jarak aman (physical distancing), peduli terhadap penerapan protokol kesehatan serta membawa surat keterangan sehat.(AF).