Berita


Redaktur Web
2021-07-16 14:25:37
Sholeh Suaedy Paparkan bahwa Pemberdayaan Sumber Daya Madrasah akan Tingkatkan Mutu Pendidikan

BDKSURABAYA – Pemberdayaan sumber daya madrasah menjadi materi inti dari PJJ Manajemen Madrasah. Materi tersebut menurut pemaparan Sholeh Suaedy dalam sesi zoom meeting dengan peserta, mengupas tentang bagaimana memberdayakan sumber daya yang ada di madrasah untuk menjalankan tugas dan fungsi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam di lingkungan Kementerian Agama. Sumber daya tersebut terdiri dari sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana yang ada di madrasah. Sedangkan tujuan dari  pemberdayaan adalah agar mutu pendidikan di madrasah meningkat sehingga  mampu meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.  (16/07/2021).


Dalam penjelasannya, setelah memahami materi tersebut diharapkan peserta mampu menjelaskan konsep dasar dan norma pemberdayaan sumber daya madrasah,  menjelaskan standar pelayanan minimal di madrasah, menganalisis sumber daya madrasah dengan benar dan menjelaskan strategi yang tepat dalam pemberdayaan  sumber daya madrasah.


Menurutnya, pemberdayaan adalah sebuah proses menstimulasi, mendorong, dan memotivasi individu agar mempunyai kemampuan tertentu  serta mengalihkan, mengubah atau memanfaatkan  sesuatu menjadi lebih berguna untuk mendukung tujuan organisasi. Maka dalam pandangannya pemberdayaan obyeknya bisa manusia atau bukan manusia.


Manfaat pemberdayaan dalam penjelasannya adalah untuk meningkatkan pelayanan priima terhadap masyarakat, memotivasi sumber daya manusia untuk berprestasi, membentuk kondisi kerja yang nyaman, meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas  serta membangun tim yang sinergis dalam organisasi.


Menyinggung soal analisis sumber daya madrasah,  ia menyampaikan bahwa madrasah perlu mencari problem utama yang dihadapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Siklus input, proses dan output dari core business madrasah perlu diuarai satu per satu selanjutnya diurutkan dan diberi nomor mulai dari problem yang terberat sampai dengan yang paling ringan. Misalnya, problem pendanaan, kualitas guru, kualitas pelaksanaan belajar mengajar, kualitas sarana penunjang, kualitas input, jumlah guru, kesesuaian kehalian guru, visi dan misi madrasah, kerja sama antar anggota madrasah, sistem administrasi atau lainnya Dari masalah tersebut selanjutnya dipilih problem utama apa yang mempunyai dampak secara langsung, hingga bisa dicarikan solusi bersama.


Di samping itu, dalam pandangannya, madrasah juga perlu menerapkan TQM (total quality management) di mana setiap anggota yang ada di madrasah berkinerja secara berkualitas sehingga akan menghasilkan produk yang berkualitas. Komitmen akan kualitas perlu tertanam pada masing-masing anggota madrasah. (AF).