Berita


Redaktur Web
2019-11-01 14:15:51
Berikan Materi, Kapusdiklat Tenaga Teknis  Sampaikan Bahwa Mutu adalah Investasi

BDKSURABAYA – Visi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan  Balitbngdiklat RI adalah ingin mewujudkan lembaga diklat yang unggul dan berprestasi.  Untuk mencapai visi tersebut maka ditetapkan misi yang dipakai sebagai cara untuk mencapai visi. Sedangkan misinya adalah melakukan penjaminan mutu diklat, mengembangkan sistem kediklatan, meningkatkan kualitas dan aksesabiltas diklat, membangun jejaring kerja kediklatan dan mewujudkan akuntabilitas tata kelola kediklatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mahsusi di hadapan 175 peserta diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya
(01/11/2019).


Menurut pria yang memperoleh gelar doktor Ilmu Manajemen dari UPI, Jakarta tersebut, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) membutuhkan diklat karena untuk memenuhi persyaratan jabatan, meminimalisir gap kompetensi, adanya kebijakan/regulasi baru dan untuk menangani tugas tertentu yang belum pernah dipegang ASN. Dengan mengikuti diklat, diharapkan seorang ASN mampu menjalankan tugas secara profesional dan senantiasa berdasar pada mutu. “Jika bapak ibu jadi guru, jadilah guru yang bermutu”, jelasnya.


Mutu dalam pandangannya  adalah sebuah investasi, karena  hasil dari mutu tersebut akan bisa dinikmati hari ini dan di masa-masa mendatang. “ Mutu adalah investasi”, tegasnya. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu baginya akan menjadikan anak didik yang bermutu pula, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman. Saat ini mutu  selalu dicari orang sehingga ketika masyarakat ingin menyekolahkan anaknya, maka dicari sekolah yang bermutu, demikian juga ketika mencari produk dan jasa, maka dicari produk dan jasa yang bermutu.


Karenanya, ia menginginkan ketika menyelenggarakan diklat, maka haruslah diklat yang bermutu. Untuk memastikan bahwa diklat tersebut bermutu, Kepala Pusdiklat menyampaikan perlunya  pengendalian diklat. Ssesuai dengan PMA nomor 5 tahun 2015, ada beberapa tahapan yang harus dilalui lembaga diklat dalam pengendalian diklat, yaitu, identifikasi kebutuhan diklat, perencanaan diklat, penyelenggaraaan diklat dan evaluasi diklat.


Lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag RI pada tahun 2010 sd. 2016 tersebut menjelaskan bahwa  diklat merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari input, proses, output, outcome, benefit dan impact. Proses  diklat akan bermutu ketika input dari diklat tersebut bermutu, misalnya pesertanya bermutu, sesuai dengan yang dipersyaratkan. Ketika proses diklat bermutu, yaitu panitia penyelenggara, widyaiswara dan sarprasnya bermutu, maka akan menghasilkan output yang berupa alumni diklat yang bermutu pula. Jika alumni diklat bermutu, maka mereka  akan meningkat kinerjanya (outcome). Ketika alumni diklat kinerjanya bagus maka terdapat dampak positif (benefit) yang berupa meningkatnya kinerja lembaga. Kepercayaan masyarakat (impact) terhadap lembaga semakin tinggi ketika kinerja lembaga tersebut meningkat. (AF).