Berita


Redaktur Web
2019-04-02 14:53:29
Jaelani Jelaskan  Perlu Wawasan Kebangsaan dalam Berdakwah

BDKSURABAYA-  Tugas penyuluh tak lepas dari fungsi dakwah, yaitu menyampaikan sesuatu, yang berupa ajaran agama. Namun dalam menyampaikan ajaran tersebut seorang penyuluh perlu memperhatikan wawasan kebangsaan agar apa yang didakwahkan tidak menimbulkan perpecahan umat, baik inter maupun antar umat bergama. Dengan memahami  wawsan kebangsaan diharapkan akan tercipta penyuluh yang handal, tidak saja dalam hal ajaran agama, namun juga dalam hal  wawasan kebangsaan. Demikian penjelasan Jaelani, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang memberikan materi wawasan kebangsaan kepada peserta penyuluh Non PNS di Kankemenag kab. Kediri. (02/04/2019).



Jaelani menjelaskan bahwa kompetensi yang diharapkan dari materi tersebut adalah peserta memahami sejarah pendirian bangsa, konsep negara dan bangsa, empat piklar kebangsaan, yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.  Mereka juga  mampu memahami nilai-nilai kejuangan kontemporer dan daya saing nasional. Dengan materi tersebut diharapkan peserta  mampu menerapkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menceritakan kembali konsep  negara dan sejarah pendirian bangsa kepada masyarakat binaan.



Meskipun  wawasan kebangsaan bukanlah salah satu spesialisasi dari materi penyuluhan, Jaelani menjelaskan bahwa diperlukan keterampilan dalam penyampaian materi penyuluhan sehingga wawasan kebangsaan dapat diselipkan sebagai materi tambahan. Hasilnya akan diperoleh penyuluh agama yang berwawasan kebangsaan, di mana selalu memperhatikan keutuhan bangsa dalam membina masyarakat. Yang lebih penting dalam pandangan Jaelani, penyuluh tidak saja pandai menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan wawasan kebangsaaan, namun yang lebih penting adalah menjadi penyuluh yang mempunyai wawasan kebangsaan yaitu berdakwah dalam bingkai NKRI. (AF).