Berita


Redaktur Web
2019-07-29 08:46:05
Kepala Balitbangdiklat: Masalah Bersama yang Kita Hadapi Saat Ini adalah Illiterasi

BDKSURABAYA – Survei 50 negara tentang literasi. Indonesia menempati rangking 2 dari bawah, ini bukti nyata bahwa kita menghadapi illiterasi, gagap, baca, gagap tulis dan gagap yang lain. Sebagai akibat dari illiterasi tersebut maka marak hoaks, apalagi pada musim pilkada dan pilpres. Demikian penggalan materi dari  Kepala Balitbangdiklat Kemenag RI, Abdurrahman Mas’ud ketika menutup 5 angkatan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (27/07/2019). “Masalah bersama yang kita hadapi saat ini adalah illiterasi,” paparnya.



Menurutnya, akibat adanya hoaks tersebut adanya  diskriminasi dan hate speech bertebaran di mana-mana. “Menjadi tanggung jawab kita bersama memerangi illiterasi dengan menciptakan  budaya baru dari illiterasi menjadi literasi yatu meningkatkan semangat baca dan tulis di lingkungan kita; yaitu semangat untuk mencari, menggali, meneliti, bertanya dan bertanya secara kritis. Kita tidak gampang begitu saja sharing informasi, tapi saring sebelum sharing,” tegasnya.



Dalam penjelasannya, agama Islam mengajarkan umatnya  untuk iqro’, yaitu membaca, sehingga antara  tulis-menulis dan membaca menjadi satu paket.  Karenanya,  ia mengajak kepada peserta untuk membudayakan menjadi karena menjadi landasan ideologis dalam beragama.



 “Dalam ajaran agama kita juga harus tabayyun, verifikasi, ngecek sumbernya, isinya dan secara komprehensif mengadakan penelitian. Jika kita sudah mempunyai budaya baru tersebut dan mendeseminasi,  berdakwah, maka kita mempunyai etika literasi; literasi Islam yang santun dan toleran, ajaran yang tersenyum, bukan yang marah. Yaitu ajakan yang mencerahkan, mencerahkan spriritual, intelektual, bukan memperkeruh kondisi yang ada,” jelasnya.



Di samping video ceramah, pada kesempatan tersebut Kepala Balitbangdiklat memutarkan 2 video lainnya yang intinya  mengajarkan bahwa kesuksesan seseorang tidak dilihat dari kekayaan, karir dan kedudukannya, namun bagaimana orang tersebut mempunyai nilai-nilai uniiversal yang melekat dalam dirinya dan diwujudkan dalam bentuk perilaku sehari-hari, seperti sikap dan perilaku anak terhadap ibunya.



Pentingnya sebuah soft skill bagi anak didik juga dipaparkan dalam video lain, dengan aktor Jack Ma. Menurut Jack Ma pendidikan saat ini sangat penting untuk  mengajarkan  nilai-nilai, keyakinan, independent thinking, teamwork dan kepedulian terhadap sesama.



Pada akhir sesi, profesor yang memperoleh Ph.D dari University of California Los Angeles tersebut memaparkan beberapa meme hasil kreasinya seperti: “Akar utama masalah pembelajaran dunia Islam adalah abainya umat terhadap perintah iqra’. Pusat intelektualisme sudah lama pindah dari dunia Islam karena budaya ini tidak dinomorsatukan lagi oleh umat meski merupakan perintah pertama Pencipta jagad akhirat”



“Guru yang berhasil adalah tokoh panutan yang bisa melahirkan anak didik yang cinta baca, membudayakan iqra’ dan belajar mandiri, semangat meneliti (spirit of enquiry).



Dipaparkan pula meme tentang radikalisme, yaitu “Radikalisme agama berkembang karena pemahaman yang dangkal serta minimnya nilai-nilai spiritual dalam beragama. Agama dipahami secara parsial, teks-teks agama dipisahkan dari konteksnya.” (AF).