Berita


Redaktur Web
2021-02-01 13:55:43
Beri Pengarahan Jelang ICB, Kepala BDk Surabaya Ingatkan untuk Terapkan Protokol Kesehatan dan Implementasikan  5 Nilai Budaya Kerja

BDKSURABAYA – Saat ini pandemi covid-19 belum juga berakhir, padahal kegiatan Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya telah menunggu,   diantaranya kegiatan Internal Capacity Building  (ICB) yang direncanakana  diselenggarakan di Kota Yogayakarta  mulai tanggal 2 sd 5 Februari 2021. Karenanya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh pegawai BDK Surabaya diwajibkan untuk mengikuti tes antigen, sehingga yang dinyatakan positif pada tes tersebut tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan. (01/02/2021).


Usai tes antigen pegawai yang dinyatakan negatif mengikuti pengarahan langsung dari Kepala BDK Surabaya, Japar.  Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa selama mengkuti kegiatan, seluruh pegawai harus menjaga protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,  menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.  Penerapan protokol kesehatan tersebut berdampak pada bentuk kegiatan selama ICB, yaitu menghindari kerumunan, menjaga jarak dan semua pegawai memakai masker.


Tujuan dilaksanakannya ICB menurutnya adalah  untuk membangun kapasitas diri pada pegawai agar pegawai mampu menjalankan tugasnya dengan baik, menyadari tugas dan fungsinya  dan memahami posisinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang  harus memberikan pelayanan yang paripurna kepada masyarakat.


Di sisi lain, diharapkan semua pegawai akan mampu mengiplementasikan 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.  “Hal yang berat adalah keteladanan, karena kita  diharapkan menjadi contoh bagi Aparatur Sipil Negara”,  ungkapnya.


Dalam rangka meningkatkan profesionalisme, Kepala BDK Surabaya  menghendaki adanya perbaikan menuju sistem kerja yang lebih baik. “Untuk perbaikan BDK Surabaya, kita harus mmenyesuaikan sistem kerja  yang cepat. Saya berharap agar ASN menyesuaikan dengan gerak cepat ini, contohnya sertifikat harus diberikan kepada peserta ketika pelatihan usai,” tegasnya.


Di samping itu, ia berharap agar ASN mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan senantiasa  mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi dalam lingkungan kerja.  “Sesungguhnya ASN utu digaji untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menambah masalah. Manusia itu sifatnya seperti air, jika diberikan masalah, maka  akan selalu berusaha mencari jalan keluar,” urai Kepala BDK Surabaya mengakhiri sambutannya.(AF).