Berita


Redaktur Web
2021-05-20 10:35:37
Tak Henti Tingkatkan Kompetensi, BDK Surabaya Buka  Pelatihan dengan Model  Blended Learning

BDKSURABAYA- Beragam model pelatihan diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya  untuk merealisasikan tugas dan fungsinya, seperti pelatihan di wilayah kerja (PDWK) , pelatihan jarak jauh (PJJ) dan kali ini pelatihan dengan model “blended learning” (pemebelajaran campuran). Pelatihan yang diselenggarakan dengan memadukan pelatihan dan jarak jauh dan klasikal tersebut dibuka hari ini melalui zoom cloud meeting  oleh Kepala BDK Surabaya, Japar dan pejabat eselon IV BDK Surabaya. (20/05/2021).


Terdapat 3 angkatan pelatihan dengan model tersebut, yaitu pelatihan media penyuluh berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pelatihan kerukunan umat beragama (KUB), dan pelatihan aqidah akhlak Madrasah Tsanawiyah (MTs).


Pada kesempatan tersebut rata-rata pejabat yang membuka menyampaikan  bahwa baru kali ini BDK Surabaya menyelenggarakan pelatihan  model blended dan akan terus mengembangkan inovasi pelatihan. Kompetensi pegawai di Kementerian Agama perlu terus dikembangkan. Lingkungan terus berubah sehingga model pelatihan pun harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Seperti adanya pandemi covid-19 yang memakasa lembaga pelatihan menerapkan model PJJ dengan memanfaatkan teknologi informasi.


“Pandemi belum berakhir, namun pelatihan tak boleh terhenti sehingga beragam model pelatihan yang berbasis teknologi informasi terus kita kembangkan. Untuk blended learning, kita menggabungkan antara PJJ dengan  pelatihan secara klasikal. Untuk proses pembelajaran model PJJ berlangsung 3 hari, tanggal 20 sampai dengan 22 Mei 2021 dilanjut dengan model klasikal yang direncanakan di hotel  Halogen, Sidoarjo mulai 24 sampai 28 Mei,” urai Kepala BDK Surabaya.


Pada pelatihan model klasikal, semua peserta dan panitia diwajibkan mengikuti swab  antigen dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun/handsanitiser dan menghindari kerumunan.


Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta pada tiap angkatan tersebut diselenggarakan dengan pendekatan  andragogi melalui teknik ceramah, diskusi, penugasan dan role playing.(AF).