Berita


Redaktur Web
2021-02-16 10:08:46
Buka Bimbingan Teknis Simdiklat, Kepala BDK Surabaya Inginkan SDM  yang Unggul

BDKSURABAYA -  Saat ini kita memasuki era digital sehingga setiap Aparatur Sipil Negara (ASN)  diharapkan  mampu menyambut era tersebut dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi, salah satunya menguasai aplikasi SIMDiklat  yang telah lama digunakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Aplikasi tersebut dikembangkan secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan dan saat ini  yang digunakan adalah versi 2.0. Versi tersebut  diharapkan mampu menjawab  semua kebutuhan dalam mengelola pelathan, mulai dari penanganan administrasi peserta, penerbitan daftar hadir, penerbitan sertifikat dan  pelaporan. Demikian penjelasan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Japar, ketika membuka acara Bimbingan Teknis Pendalaman Aplikasi SIMDiklat bagi ASN, bertempat di Hotel Swiss Berlin, Surabaya (16/02/2021)


Di samping keterampilan penggunaan aplikasi SIMDiklat, Kepala BDK Surabaya menyampaikan bahwa SDM BDK Surabaya diharapkan menjadi SDM yang unggul, apalagi BDK Surabaya sudah disiapkan menjadi salah satu UPT dari Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam implementasi zona integritas.


Kriteria SDM yang unggul menurut doktor ilmu Pendidikan dari Universitas Negeri Makassar tersebut  adalah ulet, tekun, jujur, inovatif, berdedikasi dan menguasai teknologi informasi. Ulet, artinya selalu mencari penyelesaian dari persoalan yang dihadapi sampai tuntas.  Tekun dalam arti mampu memfokuskan perhatian pada apa yang dihadapi dan  tidak tekecoh dengan sesuatu di luar masalah pekerjaan ketika  sedang bekerja.


Di samping itu, menurutnya,  SDM yang unggul juga bercirikan inovatif, yaitu  kemampuan  dalam menciptakan sesuatu yang baru, mengembangkan  atau  melanjutkan sesuatu yang sudah ada.  Diharapkan setiap ASN BDK Surabaya mempunyai inovasi sehingga akan terbentuk beberapa inovasi yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja lembaga.


Ciri selajutnya, menurutnya adalah jujur, yaitu  bersikap apa adanya, terbuka dan tidak menyembunyikan informasi yang seharusnya disampaikan. Dari sikap jujur tersebut  akan berkembang menjadi rasa saling percaya antar pegawai hingga tebentuk kondisi yang saling menguatkan dalam lembaga.


Selanjutnya, sikap berdedikasi  tinggi. Sikap tersebut  menurut kepala BDK Surabaya adalah sikap pegawai yang mempunyai totalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ASN, mempunyai loyalitas yang tinggi dan mempunyai visi ke depan sesuai dengan visi lembaga.


Sedangkan ciri terakhir dari SDM yang unggul dalam pandangannya adalah menguasai teknologi informasi. Diharapkan semua ASN BDK Surabaya tidak gagap teknologi informasi apalagi saat ini  sedang memasuki era 4.0 . Segala aktivitas lembaga baik lembaga pemerintah maupun swasta saat ini selalu memanfaatkan teknologi informasi  dalam opersionalnya.


Kegiatan Bimbingan Teknis  yang menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya dan akan berlangsung sehari tersebut diikuti oleh seluruh ASN BDK Surabaya, baik JFT maupun JFU yang nantinya akan menjadi pengelola, panitia penyelenggara dan narasumber pelatihan. (AF).