Berita


Redaktur Web
2020-11-09 10:41:57
Buka PDWK, Kepala BDK Surabaya Sampaikan Kecakapan yang Harus Dimiliki Guru dalam Abad 21

BDKSURABAYA – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menyelenggarakan Pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK). Kali ini sejumlah 4 wilayah yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan, yaitu Kab. Jember, (Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  MTs dan Pelatihan Penyuluh Non PNS), Kab.  Bojonegoro (Pelatihan  Penyuuh Non PNS), Kab. Malang (Pelatihan TIK MTs) dan Kab. Gresik (Pelatihan Pembelajaran Tematik MI).  Pelatihan tersebut bertempat di kantor Kemenag Kab. setempat dan rata-rata dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag. Kecuali Kegiatan di  kantor Kemenag  Kab. Malang, yang dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Japar.(09/11/2020).


Dalam sambutannya rata-rata pejabat yang membuka menyampaikan pentingnya PDWK. Di samping untuk meningkatkan kompetensi, pelaksanaan PDWK, menurut mereka sangatlah tepat karena mampu menjangkau relatif banyak peserta. Namun pelaksanaannya perlu menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.


Sedangkan Kepala BDK Surabaya, dalam arahannya menyampaikan bahwa pada abad 21 setiap peserta yang notabene sebagai guru madrasah diharapkan mempunyai kecakapan pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan terhadap teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).  Sedangkan dalam penerapannya, mereka diharapkan mampu membentuk siswa dengan kecakapan tersebut melalui proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Wujud dari  pengembangan kecakapan tersebut adalah guru perlu membentuk siswa agar mempunyai kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kecakapan berkomunikasi,  kecakapan kreativitas dan inovasi serta kecakapan kolaborasi.


Selanjutnya, menurut doktor ilmu pendidikan Universitas Negeri Makassar tersebut,  kecakapan abad 21  dapat diintegrasikan dengan penguatan pendidikan karakter dan literasi dasar. Pendidikan karakter diwujudkan dalam bentuk penguatan  iman dan takwa, cinta tanah air, inisiatif, kemampuan beradaptasi, gigih, rasa ingin tahu, kepemimpinan, kesadaran sosial, dan budaya. Tujuan dari pendidikan karakter tersebut adalah membekali siswa mampu menghadapi perubahan lingkungan.


Sedangkan penguatan literasi  menurutnya adalah penguatan kemampuan individu untuk memahami data dan informasi saat proses membaca dan menulis. Literasi dasar terdiri dari literasi bahasa dan sastra, literasi sains, literasi numerasi, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.


Ia menyampaikan bahwa SDM menduduki posisi penting dalam setiap lembaga sedangkan  tugas dan fungsi BDK Surabaya adalah untuk melatih SDM Kemenag agar mempunyai kompetensi seperti yang dipersyaratkan. Untuk itu ia menegaskan bahwa akan terus meningkatkan penyelenggaraan kualitas pelatihan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.


Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang pada setiap angkatan tersebut direncanakan akan berakhir pada 14 November 2020. (AF/HJ).