Berita


Redaktur Web
2020-02-07 14:48:22
Pusdiklat Kemendikbud Tandatangani Diklat Kerjasama dengan BDK Surabaya

BDKSURABAYA – Pusat Pendidikan dan Pelatihan  (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan  pelatihan dasar (Latsar) bagi CPNS golongan II dan III dengan menggandeng Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Terdapat 524 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang harus segera mengikuti Latsar. Mereka tersebar di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti). Untuk mewujudkan kegiatan tersebut telah ditandatangani nota kesepahaman  (memorandum of undestanding)  Pusdiklat Kemendikbud dengan BDK Surabaya bertempat di primebize hotel, Surabaya (07/02/2020).


Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Giarti Sri Utamai yang bertindak sebagai pihak pertama  dari Pusdiklat Kemendikbud dan Muchammad Toha sebagai pihak kedua dari BDK Surabaya. Inti dari nota kesepahaman tersebut adalah  pernyataan dan uraian  ikatan kerja sama dalam penyelenggaraan Latsar yang berisi hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Pihak pertama menyerahkan  kegiatan berupa penyelenggaraan Latsar kepada pihak kedua dengan pembiayaan dari pihak pertama. Sedangkan pihak kedua berkewajiban menyelenggarakan Latsar  untuk 524 peserta dari pihak pertama.


Dari 524 CPNS  yang akan dilatih tersebut terdiri dari  83 CPNS dari Universitas Negeri Surabaya, 28  dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 37  dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, 81  dari Politeknik Negeri Jember, 118 dari Universitas Jember, 18 dari Politeknik negeri Madiun, 47 dari Politeknik Negeri Banyuwangi, 22 dari Politeknik Negeri Madura dan 37 dari Universitas Trunojoyo.


Direncanakan kegiatan Latsar yang bersifat klasikal akan diselenggarakan di Kampus BDK Surabaya, Jl. Ketintang Madya 92 Surabaya. Sesuai dengan Perka LAN Nomor 12 tahun 2018,  pelatihan tersebut akan berlangsung dengan metode klasikal dan non klasikal. Peserta akan menjalani proses pembelajaran di kelas selama 177 Jam Pelatihan (JP)  (setara dengan 18 hari kerja) dan 320 JP berada di tempat kerja (non klasikal) untuk menjalani aktualisasi. Terakhir, selama 14 JP (3 hari kerja) peserta akan menjalani evaluasi aktualisasi.(AF).