Berita


Redaktur Web
2020-12-24 12:30:55
Menag: MUI adalah Representasi dari Relasi Ulama dan Umaro yang Saling Menghormati dan Mengisi

Jakarta (Kemenag) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah representasi dari relasi ulama dan umaro yang saling menghormati dan mengisi. Ada banyak momen di mana keduanya saling mengisi, saling mengoreksi dan bahkan saling berbagi peran. 


“Inilah relasi harmoni ulama dan umaro yang kita jaga,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas saat Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan MUI Masa Khidmat 2020-2025 di Jakarta, Kamis (24/12). 


Menag mengatakan, keberlangsungan pembangunan nasional banyak dipengaruhi oleh meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama. “Kita tak dapat terus melakukan pembangunan tanpa disertai terbangunnya kualitas kehidupan beragama,” tutur Menag. 


“Keberagamaan yang rukun, damai dan sejahtera adalah faktor penting tercapainya pembangunan Nasional,”sambungnya.


Dalam konteks inilah, lanjut Menag, kita berharap peran MUI yang lebih luas dan tegas dalam mengawal kerukunan. “Kita percaya sosok-sosok dalam MUI adalah para ulama terpilih yang tak diragukan lagi komitmen kebangsaannya. Kita percaya MUI merupakan Khodimul Ummah Shodiqul Hukumah  (Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah),” ujarnya. 


“Seluruh bangsa Indonesia tentunya akan menanti peran MUI ke depan,” lanjutnya.


Menag menandaskan, Kementerian Agama tak akan sungkan membuka kemitraan yang seluas-luasnya bersama MUI dalam membangun dan menjaga kerukunan. 


“Kami telah menyiapkan beragam program pembangunan bidang agama. Tentu kami tak dapat menjalankannya sendirian. Perlu keterlibatan masyarakat, tokoh agama dan ormas Islam, dan tentu MUI” tandas Menag.


Menag berharap, dengan dikukuhkannya Dewan Pimpinan MUI Periode 2020-2025 ini, bangsa Indonesia selalu diberkahi dan diberikan kekuatan. “Persatuan akan semakin meneguhkan langkah kita dalam dakwah dan pembangunan. Karena itulah, kita harus terus  bersinergi.” harapnya.


Sebagaimana diketahui, MUI telah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-10 yang digelar pada 25-26 November 2020 lalu. Pada munas tersebut, K.H. Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 5 tahun ke depan menggantikan K.H. Ma’ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI.


Hadir secara daring Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Umum MUI K.H. Miftachul Akhyar, Dewan Pimpinan MUI Periode 2020-2025,  dan sejumlah tokoh agama dan Pimpinan Ormas Islam.


(Sumber: https://kemenag.go.id/berita/read/514997/menag--mui-adalah-representasi-dari-relasi-ulama-dan-umaro-yang-saling-menghormati-dan-mengisi)