Berita


Redaktur Web
2021-06-28 14:21:36
Berikan Materi Via Zoom, Kepala BDK Surabaya Jelaskan tentang Smart ASN

BDKSURABAYA – Memberikan materi melalui zoom pada Pelatihan Manajemen Perpustakaan Angkatan II, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Japar menjelaskan tentang  Smart Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam pandangannya, menjadi Smart ASN adalah sebuah kondisi yang tak terhindarkan. Tantangan profesi ASN ke depan semakin kompleks sehingga peserta saat ini dituntut menjadi  Smart ASN. Peserta yang notabene sebagai pengelola perpustakaan atau pustakawan tersebut juga diharapkan untuk menerapkan digitalisasi perpustakaan sebagai langkah awal menjawab tantangan perpustakaan ke depan (28/06/2021)


Menurutnya,  ada beberapa ciri dari pegawai yang dikatakan sebagai sebagai  smart ASN, yaitu mereka yang  memiliki integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT, berjiwa hospitality, mempunyai jiwa enterpreneusrship dan memiliki  networking yang luas.


Pria alumnus S3 ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar tersebut menguraikan bahwa integritas artinya adanya keselarasan antara hati dan tindakan dan senantiasa mengedepakan kejujuran. Nasionalisme  mengandung makna bahwa ASN harus mempunyai jiwa cinta tanah air yang tinggi.


Profesional bagi ASN   berarti mempunyai kemampuan yang tinggi dan bekerja dengan berlandasakan aturan yang berlaku. Mereka juga berwawasan global, tidak hanya berwawasan nasional apalagi lokal. ASN tersebut juga harus menguasai IT,  penuh keramahtamahan (hospitality) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Keramahtamahan baginya perlu senantiasa diterapkan oleh ASN yang mempunyai fungsi sebagai pelayan publik.


Di samping itu Smart ASN  juga berjiwa wirausaha yaitu pantang menyerah, kerja keras dan kerja cerdas, berorientasi hasil dan mutu.  Mereka  perlu memiliki jaringan (networking) yang luas dan mampu menjaga jaringan tersebut baik dalam satu instansi maupun lintas instansi.


Dalam uraiannya, di samping bergerak menuju Smart ASN, seorang ASN diharapkan mempunyai kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi tersebut terdiri dari kompetensi teknis, kopetensi manajerial dan kompetensi sosio kultural (AF)