Berita


Redaktur Web
2019-08-29 16:54:45
Selenggarakan Diklat Fungsional Calon Kepala Perpustakaan Madrasah, BDK Surabaya Gandeng Perpusnas

BDKSURABAYA-  Untuk memangku jabatan sebagai Kepala Perpustakaan Madrasah guru disyaratkan untuk mengikuti diklat Fungsional Calon kepala Perpustakaan Madrasah sehingga kompetensinya memnuhi standar sebagai kepala perpustakaan. Menjawab kebutuhan tersebut, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan Diklat Fungsional Calon Kepala Perpustakaan Madrasah  dengan menggandeng Perpustakaan Nasiolan (Perpusnas) sebagai narasumbernya (29/08/2019).


Menurut kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha, untuk menyelenggarakan diklat yang bermutu haruslah memilih narasumber yang tepat dan ahli, selanjutnya dipilihlah perpustakaan nasional sebagai tempat orang yang ahli dan profesional di bidangnya. “Menggandeng tenaga ahli dari perpustakaan nasional adalah pilihan yang tepat, karena di sana banyak tenaga ahli di bidang perpustakaan,” tegasnya.


Diklat yang direncanakan berlangsung selama  17 hari dan bertempat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya tersebut diikuti oleh 35 Aparatur Sipil Negara  yang berada di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama  Provinsi Jawa Timur. Mereka adalah guru madrasah yang  memang dipersiapkan untuk menjadi kepala perpustakaan di madrasahnya masing-masing.


Selama proses pembelajaran peserta akan mendapatkan materi dasar, materi inti dan materi penunjang. Untuk materi dasar terdiri dari Pembangunan Bidang Agama, Pengembangan SDM Kementerian Agama dan Peningkatan Kualitas Diklat tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.


Sedangkan materi inti terdiri dari Manajemen Strategis Pengembangan Perpustakaan Madrasah, Wawasan Pendidikan, Kepemimpnan dan Kewirausahaan (entrepreneurship)  Bidang Perpustakaan, Pengembangan Koleksi Perpustakaan Madrasah, Pengorganisasian Informasi, Layanan, Jasa dan Sumber Informasi, Teknologi Informasi Perpustakaan Madrasah, Manajemen Pemasaran Perpustakaan Madrasah,  Literasi Informasi di Perpustakaan, Komunikasi Interpersonal,  Pelestarian Bahan Pustaka, Kompetensi Tenaga Perpustakaan  dan Etika Profesi Kepustakawanan, serta Peningkatan Minat dan Gemar Membaca.


Untuk materi penunjang terdiri dari  overview, Building Learning Commitment, Studi Lapangan, Seminar Hasil Studi Lapangan, Evaluasi Program dan Rencana Tindak Lanjut.  Jika dijumlah materi tersebut sebanyak 150 jam diklat.


Di samping pengajar dari perpustakaan nasional, Balai Diklat Keagamaan Surabaya menugaskan widyaiswara yang kompeten dalam bidang perpustakaan, narasumber dari Perpustakaan Daerah, praktisi dari UIN Sunan Ampel Surabaya, serta pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Balai Diklat Keagamaan Surabaya.


Kegiatan yang didanai oleh DIPA Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan ditangani oleh panitia dari BDK Surabaya tersebut dimulai sejak 26 Agustus lalu dan  akan berakhir pada 11 September 2019. (AF).