Berita


Redaktur Web
2021-07-05 10:37:16
Danang Eka Sandi: Perlu Sinergi Berbagai Unsur untuk Kesuksesan PJJ

BDKSURABAYA – Program pelatihan teknis administrasi  akan banyak diselenggarakan secara virtual  dengan memanfaatkan portal pelatihan jarak jauh  (PJJ)  Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya. Hal tersebut dilakukan setelah mencermati kondisi pandemi covid-19 yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam waktu dekat  ada beberapa pelatihan yang sudah disiapkan  akan menggunakan portal PJJ, diantaranya Pelatihan Administrasi Madrasah, Manajemen Madrasah dan Pelatihan Revolusi Mental bagi Pondok Pesantren. Demikian penjelasan Kasi Diklat Tenaga Administrasi BDK Surabaya, Danang Eka Sandi. (05/07/2021).


Menurutnya, pelaksanaan pelatihan tersebut akan berlangsung selama 10 hari dengan model PJJ baik melalui zoom maupun menggunakan fasilitas learning management system (LMS) pada portal PJJ. Maka dibutuhkan keterampilan peserta dalam menggunakan  menu dalam LMS PJJ BDK Surabaya. Juga  dituntut kemandirian, motivasi yang tinggi dan kedisiplinan peserta dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran agar pleatihan tersebut sukses. Di sisi lain, dibutuhkan kompetensi dan kepedulian panitia penyelenggara dalam menangani pelatihan sehingga kesulitan peserta yang berkaitan dengan  penggunaan fasilitas PJJ dapat ditangani dengan baik.


Ditanya mengenai kendala yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan PJJ, ia menyampaikan bahwa  selama ini  yang sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan PJJ adalah terkait dengan jaringan, terutama untuk peserta yang berada di pelosok daerah, atau mereka yang berada di luar pulau seperti Sapeken, Kangean dan Bawean. Bahkan pengalaman sebelumnya ada bebrapa peserta yang harus keluar dari rumah  dengan jarak yang relatif jauh untuk mencari sinyal yang lebih kuat. Namun dalam pandangannya hal tersebut bisa diatasi dengan motivasi yang kuat dari peserta untuk belajar.


Permasalahan jaringan ternyata juga tidak saja dialami peserta. Widyaiswara dan panitia penyelenggara juga pernah mengalami hal yang sama. Untuk itu diharapkan semua yang terlibat dalam PJJ  siap dengan sinyal yang kuat mengingat PJJ seringkali dilakasanakan ketika Aparatur Sipil Negara menjalani bekerja dari rumah. Di samping itu, menurutnya diperlukan kerja sama  berbagai  pihak dalam pelakasanaan PJJ baik widyaiswara, panitia, peserta dan pengelola. “Perlu sinergi berbagai unsur untuk kesuksesan pelaksanaan PJJ,” tegasnya. (AF).