Berita


Redaktur Web
2021-02-22 10:42:53
Tingkatkan Kompetensi Penyuluh, Kepala Madrasah dan Guru MI, BDK Surabaya Adakan Pelatihan  di Wilayah Kerja

BDKSURABAYA -  Sejumlah 390 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari  12 wilayah kerja di Kementeriaan Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur mengikuti Pelatihan di wilayah Kerja (PDWK) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Pelatihan tersebut terdiri dari Pelatihan Penyuluh Agama Non PNS yang dilaksanakan di  Kab. Magetan, Tuban dan Malang, Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme bagi ASN  yang dilaksanakan di Kab. Madiun, Situbondo, Bojonegoro dam Gresik dan Pelatihan Pembelajaran Tematik Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar di  Kota Probolinggo, Pacitan, Nganjuk, Jember, Kota Batu dan Magetan (22/02/2021).


Tujuan dari pelatihan tersebut adalah meningkatkan kompetensi  para penyuluh agama agar mampu menjadi penerang dan pencerah bagi masyarakat;  meningkatkan kompetensi  kepala, tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah dalam bidang moderasi beragama dan  meningkatkan kompetensi guru MI dalam pembelajaran tematik.


Kegiatan yang didanai dari DIPA Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya tersebut dibuka secera serentak oleh Kepala Kemenag setempat dan pejabat dari BDK Surabaya. Pada kesempatan tersebut, rata-rata pejabat yang membuka mengharapkan agar peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh kedisiplinan mengingat kesempatan mengikuti pelatihan adalah kesempatan yang bagus bagi peserta untuk  menambah  pengetahuan.  Di samping itu,  sebagai ASN diharapkan terus memperbarui  dan memperkaya pengetahuan,  keterampilan dan  sikap mental  dalam bidang tugas yang ditangani.


Seperti pesan yang disampaikan oleh Taufiqurrahman, Kepala Kantor Kemenag Kab. Nganjuk yang membuka pelatihan Pembelajaran Tematik Madrasah Ibtidaiyah, bertempat di MTsN 5 Nganjuk. Menurutnya mengikuti PDWK adalah kesempatan yang berharga.


“Kesempatan kali ini jangan disia-siakan, peluang kali ini jangan diabaikan, karena belum tentu  Bapak Ibu diundang lagi untuk mengikuti pelatihan dengan suasana yang nyaman seperti ini.. Perjuangkan dan seriuslah mengikuti nya sehingga tujuan Kemenag  untuk peningkatan kualitas akan terwujud,” pesannya.


“Jangan kikir dengan ilmu yang sudah Bapak Ibu terima. Berikanlah ilmu yang diterima Bapak Ibu kepada kawan guru yang  belum mengikuti pelatihan.  Karena ada yang tak menyadari  bahwa jika memberikan ilmu itu akan mendatangkan keberkahan, bukan justeru berkurang. Namun dalam mendeseminasikan ilmu yang diperoleh tersebut perlu menemahami situasi dan kondisi, terutama kondisi sosial psikologis kawan guru, apalagi terhadap guru yang lebih senior,’’ Urainya.


Menghadapi masa pandemi seperti saat ini, menurut pria yang meraih gelar doktor manajemen pendidikan dari Univeristas Islam Negeri Malang tersebut,  guru madrasah harus kreatif dalam mengajar sehingga  pelaksanaan pembelajaran melalui virtual kualitasnya sama dengan  pembelajaran klasikal.


Prosesi pembukaan  yang  bertempat pada masing-masing daerah tersebut  rata-rata dihadiri oleh pejabat Kemenag setempat, widyaiswara  dan panitia penyelenggara dari BDK Surabaya dan panitia dari Kemenag setempat. (AF).