Berita


Redaktur Web
2021-07-23 09:55:01
Tutup PJJ, Kasi Diklat Tenaga Administrasi Tekankan Agar Peserta Selalu Tingkatkan Kompetensi di Bidang TI

BDKSURABAYA -  Kemampuan di bidang teknologi informasi saat ini jadi  sebuah keharusan, bukan saja karena mengikuti pelatihan jarak jauh (PJJ) namun  karena era 4.0  menuntut untuk itu. Dunia  telah terkoneksi secara virtual yang merambah berbagai  segi kehidupan sehingga aktivitas manusia yang ada didalamnya  terseret dalam arus teknologi yang tak terhindarkan. Penjelasan tersebut disampaikan Danang Eka Sandi, Kasi Diklat Tenaga Administrasi Balai Diklat Keagamaan Surabaya melalui zoom di hadapan peserta PJJ Manajemen Madrasah dan Revolusi Mental. (23/07/2021).


Selanjutnya ia menyampaikan bahwa adanya pandemi covid-19  dirasa telah  memaksa orang untuk  melek di bidang teknologi informasi (TI). Kondisi tersaebut juga menyasar dunia pendidikan. Aktivitas pembelajaran dipaksa untuk menggunakan virtual dengan beragam aplikasi yang tersedia secara gratis maupun berbayar. Hal tersebut merupakan tantangan bagi guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan  untuk melangsungkan proses pembelajaran secara virtual yang bisa dinikmati oleh siswanya tanpa mengurangi makna pendidikan  dan pengajaran. 


“Maka mengupgrade kemampuan di bidang teknologi informasi menjadi sebuah keharusan, apalagi Bapak Ibu bekerja di dunia pendidikan yang sarat dengan penggunaan fasilitas  berbasis teknologi informasi. Bukan hanya saat ini, namun masa-masa mendatang  penggunaan teknologi informasi akan menjadi  kebiasaan. Jangan sampai Bapak Ibu kalah dengan siswanya yang saat ini sangat familier dengan perangkat berbasis teknologi informasi,” ujarnya.


Sementara itu pantia penyelenggara, Aziz, menyampaikan bahwa menurut penilaian panitia semua peserta yang mengikuti pelatihan meningkat kompetensinya. Hal tersebut dilihat dari adanya peningkatan nilai ujian sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran  dan peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diajarkan.  Sikap dan perilaku peserta juga  baik, yang dinilai berdasar lima nilai budaya kerja (integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan) dengan indikator tertentu.


Peserta dinilai panita sangat aktif mengikuti semua proses pembelajaran, baik melalui zoom, maupun learning management system (LMS) dari PJJ BDK Surabaya, aktif mengerjakan tugas dan mengggunakan fasilitas dalam LMS PJJ, seperti chating dan forum diskusi. Oleh karena itu panitia menilai. Semua peserta layak mendapatkan sertifikat.


Pada saat yang bersamaan juga ditutup PJJ Administrasi Madrasah Angkatan IV dan V oleh Kepasa Subbagian Tata Usaha, Muslimin. (AF).