Berita


Redaktur Web
2019-07-08 11:08:46
Ratusan  ASN  Madrasah dan Penyuluh Agama Non PNS Ikuti Diklat di Wilayah Kerja

BDKSURABAYA -  Tujuh angkatan diklat  kembali diseleggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya di tujuh  wilayah  yaitu Tulungagung, Lamongan, Lumajang, Sumenep, Jember, Kediri dan Blitar. Diklat tersebut  terdiri dari  Diklat Teknis Substantif (DTS) Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan di Tulungagung, Lamongan dan Lumajang; DTS Penilaian Pembelajaran bagi Guru MI di Sumenep,  Jember dan Kediri serta Diklat Pelayanan Publik Madrasah yang dilaksanakan di  Blitar. Kegiatan tersebut  bertempat di kantor Kemenag Kab. stempat. (08/07/2019)


Diklat yang diikuti oleh 35 peserta pada tiap daerah atau total 245 peserta tersebut rata-rata dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag dengan rangkaian upacara pembukaan. Dalam sambutannya, rata-rata pejabat yang membuka menyampaikan bahwa diklat di wilayah kerja menjadi kegiatan yang akan berdampak pada peningkatan  kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berprofesi sebagai kepala madrasah, guru, kaur TU maupun penyuluh agama non PNS.


Seperti yang disampaikan oleh Suhaji, kepala Kantor Kemenag Kab. Blitar.  Diklat pelayanan publik madrasah yang dilaksanakan di Blitar sangatlah tepat karena  saat ini madrasah akan memulai ajaran barunya. Ajaran baru dimulai dengan semangat baru dan pelayanan baru yang lebih baik. Dengan diklat tersebut diharapkan pelayanan madrasah terhadap masyarakat semakin meningkat kualitasnya.


Madrasah menurutnya adalah sebagai lembaga pendidikan yang  terus membutuhkan peningkatan mutu, baik dalam proses belajar mengajar, pengelolaan maupun dalam pelayanannya kepada masyarakat. Pelayanan yang baik, menurutnya akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah, sehingga madrasah yang kurang memberikan pelayanan prima akan ditinggalkan oleh masyarakat.


Kegiatan diklat di 7 wilayah yang  rencananya akan diakhiri pada 13 Juli 2019 tersebut ditangani oleh panitia dari BDK Surabaya dan ASN pada kantor Kemenag setempat. Sedangkan tenaga pengajarnya berasal dari BDK Surabaya dan pejabat pada Kemenag masing-masing. (AF).