Berita


Redaktur Web
2019-07-22 13:45:53
Kepala BDK Surabaya: Kita adalah Keturunan Orang Hebat

BDKSURABAYA -  Indonesia pada jaman kerajaan dulu  termasuk orang-orang yang hebat. Peradaban pada jaman tersebut termasuk sudah maju seperti pada jaman Kerjajaan Sriwijaya sekitar abad ke-9 Masehi. Wilayah kekuasaannya pada saat itu hingga Kamboja, Thialand, semenanjung Malaya dan pulau Jawa. Ditambah lagi kerajaan majapahit yang berjaya sekitar abad ke 13 Masehi dengan wilayah kekuasaan meliputi Jawa, Bali, Sumatera, kalimantan dan Indonesia bagian timur, semenanjung Malaya dan sebagian Thailand dan Filupina, demikian penggalan sambutan pengarahan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika membuka diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (22/07/2019).



“Kita adalah keturunan orang hebat,” tegasnya.  Ia menguraikan bahwa kehebatan orang-orang jaman dulu bisa ditunjukkan dengan peninggalan-peninggalan bersejarah seperti candi borubudur, prambanan dan candi-candi lain. Hal tersbeut menunjukkan bahwa teknologinya sudah maju, padahal belum ada crane.



Ulama-ulama pada jaman dulu, terang Toha, selain walisongo, pada jaman kerajaan Islam di nusantara juga terkenal kehebatan karyanya,  seperti Hamsuddin al-Sumaterani (1693), Nuruddin ar-Raniri (1658), Abdul Rau’f al-Sinkili (1693), dan Yusuf al-Makassari. Pada abad 18 muncul Abd. Samad al-Falimbani dan Syekh Daud al-Fatani dan ulama-ulama lain.



Toha menerangkan bahwa kehebatan-kehebatan pendahulu tersbut hendaknya menjadi pemicu bagi peserta agar tetap termotivasi untuk ikut berpartisipasi  dalam membangun bangsa. Keberadaan peserta di unit kerjanya diharapkan ikut membantu Kementerian Agama dalam menjalankan tupoksinya, bukan justeru menambah masalah.



Ia berharap agar peserta dapat menjalani proses pembelajaran dengan tertib dan disiplin diserati dengan semangat belajar yang tinggi.(AF)