Berita


Redaktur Web
2019-10-28 02:33:48
Buka 7 Angkatan Diklat, Kepala BDK Surabaya Sampaikan Pentingnya  Merajut Persatuan

BDKSURABAYA – Negara Indonesia terbentuk karena adanya rasa persatuan bangsa. Banyaknya suku, agama, ras dan adat istiadat di Indonesia pada saat itu bukanlah penghalang untuk membentuk sebuah negara. Semua satu tekad dan satu tujuan, yaitu membentuk negara yang berdaulat yang mengatur warga negaranya dengan mandiri tanpa campur tangan  asing. Demikian penggalan sambutan pengarahan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika membuka  diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (28/10/2019).


Sebanyak 7 angkatan diklat  yang diselenggarakan, yaitu Diklat Teknis Substantif (DTS) kepala madrasah Bidang Kurikulum Angkatan ke-2, DTS Guru Penjasorkes Madrasah Aliyah (MA), DTS Guru Pendidikan Agama Hindu Sekolah Dasar (SD), DTS Guru Akidah Akhlak MA, DTS Guru Al qur’an Hadits MA Angkatan ke-2, DTS Guru Pendidikan Agama Islam SD Angkatan ke-2 dan DTS Manajemen Berbasis Madrasah.


Lebih lanjut Muchammad Toha menyampaikan  bahwa untuk kondisi saat ini penting untuk merajut kembali rasa persatuan sesama anak bangsa dengan menyikapi perbedaan dan keragaman yang ada sebagai rahmat, bukan sebagai alasan untuk saling meniadakan. Hal tersebut sejalan dengan  ikrar sumpah pemuda pada saat Kongres Pemuda II dengan ketua panitia Sugondo Djojopuspito pada  28 Oktober 1928 yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Dalam pandangannya, sumpah pemuda tersebut  membuktikan bahwa  perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia ternyata dapat disatukan dengan adanya satu visi, satu tekad dan satu tujuan.


Selain ajakan untuk memupuk persatuan, Kepala BDK Surabaya berharap agar peserta mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran dengan penuh semangat dan disiplin sehngga akan terjadi proses pengayaan ilmu pengetahuan.


Kegiatan diklat yang akan  berlangsung selama 6 hari tersebut diikuti oleh 35 peserta pada tiap angkatan, sehingga jumlah seluruh peserta yang mengikuti diklat sebanyak 245 orang. (AF).