Berita


Redaktur Web
2019-08-19 13:57:59
Toha: Kita Harus Bangga Menjadi Bangsa Indonesia

BDKSURABAYA -  Kecintaan terhadap Indonesia adalah menjadi keharusan bagi setiap warga negara Indonesia, apalagi Aparatur Sipil Negara. Sebagai warga negara diharapkan tidak  jesteru mengolok-olok bangsa sendiri. Hal tersebut menandakan bahwa mereka  tidak mempunyai  rasa cinta terhadap bangsa Indonesia. Maka rasa kebanggaan terhadap Indonesia  perlu dibangun  sehingga mampu membentuk  generasi mendatang  yang cinta  terhadap bangsa sendiri. Demikian penggalan sambutan pengarahan Kepala Balai Diklat Keagamaan(BDK)  Surabaya, Muchammad Toha  ketika membuka 6 angkatan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (19/08/2019).



Menurtnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan peradaban yang tinggi di masa lampau. Peninggalan bersejarah seperti borobudur adalah sebagai bukti bahwa  peradaban pada jaman tersebut  sebanding dengan Mesir, Cina dan india, padahal saat itu di negeri Barat  belum mengenal peradaban tersebut. “Maka banggalah dengan Indonesia. Kita haru s bangga menjadi bangsa Indoneisa,” tegas Toha penuh semangat.



Kepala BDK berharap agar peserta tidak ikut membenturkan agama dengan negara karena negara Indonesia dibangun dengan semangat beragama.  Indonesia didirikan atas  peran tokoh-tokoh agama. Banyak tokoh-tokoh agama yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia, seperti pangeran Diponegoro, Thomas Matulessiy atau Adipati Unus adalah tokoh agama di wilayahnya.



Hal tersebut, dalam pandangannya sangat berbeda dengan pendirian negara barat seperti Amerika. Amerika didirikan karena adanya  sikap yang ingin bebeas dari belenggu agama, sehingga melahirkan negara sekuler. Para pendiri negara Amerika  berikrar bahwa ingin mendirikan negara yang  tidak mebawa agama di dalamnya.



Enam angkatan diklat yang dibuka secara resmi tersebut  terdiri dari Diklat Teknis Substantif (DTS) Penyuluh Agama Non PNS Angakatn XII dan XIII, DTS Guru Sejarah MA, DTS Guru Agama Kristen SMP,  DTS Guru Fisika MA dan DTS Publikasi ilmiah bagi Guru MTs Angkatan II. Kegiatan tersebut direncanaan akan  ditutup pada 24 Agustus mendatang. (AF).