Berita


Redaktur Web
2019-10-19 14:38:22
Kepala Balitbangdiklat  Ajak Peserta Latsar Waspada terhadap Radikalisme

BDKSURABAYA – Pada dasarnya umat Islam itu ramah dan toleran. Perang yang ada dalam Islam seperti perang badar adalah bersifat defensif, yaitu mempertahankan Islam. Demikian paparan Kepala Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat) Kementerian Agama RI, Abdurrahman Mas’ud ketika memberikan materi di hadapan 120 peserta Latsar bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti Stiesia, Surabaya (19/10/2019).



Lebih lanjut, pria yang meraih gelar Ph.D dari University of California, Los Angeles tersebut menjelaskan bahwa saat ini perguruan tinggi sudah dimasuki paham radikalisme. Menurutnya radikalisme ibarat virus yang berbahaya. Karenanya, ia berpesan kepada peserta latsar bahwa seorang guru dan dosen yang merupakan garda terdepan dari dunia pendidikan harus kebal terhadap virus radikalisme dan ikut menerapkan ajaran Islam secara moderat.



Dalam pandangannya Islam itu penuh dengan toleransi. Radikalisme muncul dan berkembang karena pemahaman yang dangkal serta minimnya nilai-nilai spiritual dalam beragama. Agama dipahami secara parsial dan teks-teks agama dipisahkan dari konteksnya.



Pendidikan di pesantren pun menurutnya juga harus bebas dari paham radikalisme. Dalam memenya ia menyatakan” silaturrahim antar ormas penting dilakukan untuk menangkal radikalisme; agar virus-virus kekerasan tidak masuk ke dunia pesantren. Faham alghuluwwu fiddin kebablasan dalam agama harus dicounter dengan prinsip Al Quran ummatan wasatan.”



Di samping itu, ia juga menyoroti kondisi dunia pendidikan pada saat ini  yang masih kurang dalam hal budaya iqra’ (membaca). Padahal iqra” merupakan pintu dari ilmu pengetahuan. Dalam memenya profesor yang tercatat sebagai guru besar UIN Walisongo tersebut menuliskan bahwa “guru yang berhasil adalah tokoh panutan yang bisa melahirkan anak didik yang cinta baca, membudayakan iqra’ dan belajar mandiri, semangat meneliti, spirit of enquiry.” (AF).