Berita


Redaktur Web
2021-02-27 11:12:13
Tutup Pelatihan Pembelajaran Tematik MI, Kasi Pendma Sampaikan Revolusi Mental dan 5 Nilai Budaya Kerja Kemenag

 


BDKSURABAYA – Pelatihan pembelajaran tematik Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Surabaya sejak 22 Februari lalu, ditutup oleh Kasi Pendma kantor Kementerian Agama (Kemenag) kab. Nganjuk, Mohammad Afif Fauzi (27/02/2021).


Dalam sambutannya  ia menyampaikan bahwa  sebagai warga negara dan tenaga pendidik,  peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai revolusi mental yang dicanangkan presiden Jokowi, yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong.  Impelemntasi dari nilai-nilai tersebut diharapkan mampu  menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang  profesional dengan kinerja yang tinggi karena adanya perubahan  cara pikir dan sikap serta  perilaku.


Nilai-niai tersebut dalam uraiannya seirama dengan lima nilai dasar Kemenag, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Intergitas berarti adanya kesesuaian antara hati dan perbuatan dan mencerminkan kejujuran seorang ASN. Profesionalitas artinya memahami tugas pokok dan fungsi dan mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.  Inovasi  mempunyai makna adanya kreativitas ASN sehingga ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan  menemukan cara-cara baru dalam bekerja agar lebih efektif.  Tanggung jawab artinya adanya kesadaran akan profesi yang dijalankan,  mampu dan berlomitmen  menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. Terakhir keteladanan yang bermakna bahwa sebagai ASN harus menjadi contoh baik bagi ASN lainnya dan masyarakat.


Sementara itu,  Aziz Fuadi, ketua panitia dari BDK Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan pembelajaran tematik MI tersebut dikatakan berhasil karena adanya peningkatan  kompetensi peserta antara sebelum dan sesudah pelatihan serta  tingkat kedisiplinan yang tinggi pada peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran. Di samping itu,  peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan widyaiswara dengan baik dan  sikap serta perilaku peserta yang memenuhi syarat sebagai pendiik di lembaga pendidikan.


Pada saat yang bersamaan ditutup pula 12 angkatan pelatihan yang tersebar pada 11 wilayah kerja Kemenag Provinsi Jawa Timur. Rata-rata penutupan tersebut dihadiri oleh pejabat Kemenag setempat, pejabat dari BDK Surabaya, widyaiswa dan panitia penyelenggara. (AF).