Berita


Redaktur Web
2019-11-18 01:04:44
Mahasiswa Manajemen Pendidikan IAIN  Madura Adakan Studi Lapangan ke BDK Surabaya

BDKSURABAYA –  Sebanyak 150 mahasiswa JurusanManajemen Pendidikan Institut   Agama Islam Negeri (IAIN) Madura  mengadakan studi lapangan tentang manajaemen diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Studi lapangan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa tentang bagaimana mengelola diklat tersebut dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Muslimin. (18/11/2019).


Dalam sambutannya, Muslimin menyampaikan bahwa sebagai lembaga diklat, BDK Surabaya mempunyai tugas dan fungsi  melaksanakan diklat bagi PNS dan non PNS yang berada di Kementerian Agama (Kemenag)  Provinsi Jawa Timur. Di samping itu juga PNS instansi lain yang ada kaitannya dengan  Kemenag seperti guru Pendidikan Agama  pada Dinas Pendidikan dan masyarakat umum yang membantu tugas Kemenag.


Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa  diklat yang diselenggarakan di BDK Surabaya meliputi diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan. Diklat prajabatan adalah diklat yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebelum mereka menduduki jabatan sebagai PNS, Saat ini diklat prajabatan dikenal dengan pelatihan dasar (Latsar). Sedangkan diklat dalam jabatan berfungsi untuk meningkatkan kompetensi PNS dan non PNS agar mereka mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional.  Diklat dalam jabatan tersebut terdiri dari diklat teknis  dan fungsional, yaitu teknis administrasi dan fungsional administrasi, serta diklat teknis pendidikan dan keagamaan dan fungsional pendidikan dan keagamaan.


Sedangkan Aziz yang menjelaskan tentang manajemen diklat menguraikan bahwa  manajemen diklat adalah sebuah rangkaian proses dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling) dari diklat. “Sebelum diklat dilaksanakan, maka BDK Surabaya merencanakan jenis-jenis diklat yang dibutuhkan oleh stakeholder setahun sebelumnya. Pada proses tersebut dilaksanakan analisis kebutuhan diklat yang berfungsi untuk menjaring diklat yang benar-benar  sesuai dengan kebutuhan stakeholder.” urainya.


“Proses organizing di BDK Surabaya adalah pembagian tugas-tugas kediklatan kepada anggota organisasi/Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan job descriptionnya. Untuk menyelenggarakan diklat, biasanya akan dibentuk tim kepanitiaaan yang berisi 4 orang yang bertanggung jawab terhadap diklat tertentu. Sedangkan struktur organisasi dalam Balai Diklat Keagamaan Surabaya sesuai dengan Peraturan Menteri Agama nomor 59 Tahun 2015.,” lanjut Aziz.


“Dalam menggerakkan ASN yang ada untuk menangani diklat, diperlukan ketua tim  yang mampu mengelola anggota yang ada agar mereka bekerja secara sinergis sebagai penyelenggara diklat. Dibutuhkan anggota tim yang bersifat self directed untuk menangani  kediklatan,” tambahnya.


“Sedangkan pada taraf controlling diklat, amaka ada beberapa tipe controlling (pengendalian), yaitu pengendalian dalam proses penyelenggaraan diklat dan controlling pasca diklat atau dikenal dengan evaluasi pasca diklat. Dalam proses penyelenggaraan diklat perlu adanya pengendalian pada setiap tahap agar pelaksanaannya sesuai dengan standar yang ada. Sedangkan evaluasi pasca diklat dilakukan setelah diklat dilaksanakan yang bertujuan untuk mengetahui apakah alumni diklat meningkat kemampuan dan kinerjanya setelah di unit kerja.,”  jelasnya. (AF).