Berita


Redaktur Web
2021-04-01 11:29:31
Kepala BDK Surabaya Buka Lima Angkatan Latsar  CPNS Golongan III Pemkab Tulungagung

BDKSURABAYA – Lima angkatan Pelatihan Dasar (Latsar) golongan III  angkatan I sd. V bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung  yang diselenggraakan di Stiesia Surabaya  dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Japar. Kegiatan yang diikuti oleh 174 CPNS tersebut terselenggara sebagai  hasil  kerja sama antara Pemkab Tulungagung dengan BDK Surabaya.(01/04/2021).


Dalam sambutannya, Kepala BDK Surabaya menyampaikan bahwa    Aparatur Sipil Negara  (ASN) perlu  memahami tugas dan fungsinya sesuai dnegan UU  5 tahun 2014 tentang  ASN. Dalam UU tersebut fungsi ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Realisasi dari fungsi tersebut maka ASN  bertugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleg pejabat pembina kepegawaian, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.


Untuk menjadi ASN yang kompeten, lanjutnya, setiap peserta yang saat ini masih berstatus CPNS  perlu mengikuti  Latsar yang menjadi pelatihan wajib bagi  CPNS sebelum  mereka menjadi PNS. Menurutnya, terdapat standar kompetensi yang perlu dipenuhi oleh PNS menurut  peraturan Menteri Pendaayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 38 tahun 2017, yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosio kultural. Maka Latsar diharapkan mampu menumbuhkan kompetensi tersebut.


Selanjutnya, dalam uraian pria  yang mendapatkan gelar doktor ilmu pendidikan dari Universitas Negeri Makassar tersebut, peserta perlu menjadi smart ASN , yaitu mereka yang  memiliki integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT, berjiwa hospitality, mempunyai jiwa enterpreneusrship dan memiliki  networking yang luas. Ia berharap agar semua peserta bisa menjadi smart ASN dengan  senantiasa meningkatkan kompetensinya dan mempunyai karakteristik sebagai smart ASN. Menjadi Smart ASN baginya sangatlah penting karena untuk menjawab tuntutan masyarakat global yang terus berkembang. Ke depan kinerja ASN tidak hanya ketika berada di kantor, melainkan dari manapun dengan memanfaatkan teknologi informasi.


Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Pemkab. Tulungagung, Diah Yuliani Eviaaawatie menyampaikan bahwa peserta  Latsar kali ini berjumlah  174 dari 176 peserta yang sebelumnya diajukan pada angkatan I s.d. V. Sebnyak 1 orang mengundurkan diri dari CPNS dan 1 orang lagi tidak bisa mnegikuti kegiatan karena sakit.


Sedangkan Kepala Seksi Diklat Tenaga Administrasi BDK Surabaya, Danang Eka Sandi, menjeleskan bahwa tujuan penyelenggaraan Latsar adalah  untuk membentuk PNS yang profesional, yaitu PNS yang karakternya dibentuk  oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS dan pemahannya tentang  kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, serta menguasai bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.


Selanjutnya  Danang menguraikan bahwa selama proses pembelajaran, struktur kurikulum Latsar CPNS terbagi atas dua bagian yaitu kurikulum pembentukan karakter PNS dan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas.


Dalam kurikulum pembentukan karakter PNS berisi agenda sikap dan perilaku bela negara, agenda nilai-nilai dasar PNS, agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dan agenda habituasi. Sedangkan kurikulum  penguatan kompetensi bidang tugas mencakup penguatan kompetensi umum/administratif yang memfasilitasi peserta agar memahami bidang tugasnya dan penguatan kompetensi  teknis substantif yang memberikan pemahaman peserta terhadap kompetensi teknis yang spesifik sesuai dengan tugas dan fungsinya. 


Pelatihan yang diselenggarakan secara klasikal tersebut  akan berakhir pada 5 Juni 2021 dengan sistem in dan out kampus. Tahap in kampus pertama dimulai 1 s.d. 21 April 2021. Pada tahap ini peserta mengikuti proses pembelajran di kelas.  Selanjutnya,   22 April sampai dengan 2 Juni 2021 peserta menjalani habituasi di tempat kerjanya masing-masing.  Pada 3 sampai dengan 5 Juni 2021 peserta kembali ke kampus untuk memaparkan  hasil habituasi di hadapan penguji, mentor dan coach.


Kegiatan tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Baik peserta, panitia maupun pengajar diwajibkan mengikuti swab antigen, menggunakan masker, faceshield dan sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun atau handsanitiser, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (AF).