Berita


Redaktur Web
2019-08-24 10:29:11
Tutup Diklat, Muslimin  Sampaikan 4 tantangan Guru Masa Kini

BDKSURABAYA – Guru di masa sekarang penuh dengan tantangan. Paling tidak ada 4 tantangan yang harus dihadapi guru pada masa milenial seperti sekarang,  diantaranya adanya revolusi industri 4.0, globalisasi, persaingan dengan negara lain dan bertambahnya generasi milenial. Demikian sepenggal sambutan dari kepala Subbag tata Usaha Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muslimin ketika menutup 6 angkatan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (24/08/2019).


Ia menyampaikan bahwa  saat ini adalah era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan  adanya tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Revolusi tersebut mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain.  Menghadapi era seperti itu, maka guru diharapkan mampu menyesuaikannya dengan menggunakan teknologi sebagai piranti untuk menunjang proses pembelajaran.


Globalisasi  yang semakin terasa dan merambah sampai ke pelosok Indonesia, menurutnya  juga membawa konsekuensi  bagi guru, di mana guru diharapkan mampu memberikan pendidikan  sekaligus pengajaran kepada peserta didik sebagai counter atas informasi yang kurang benar yang diperoleh anak didik melalui media online.


Di samping itu, adanya persaingan dengan negara lain dalam memenuhi kebutuhan domestik juga semakin terasa,  seperti adanya tenaga kerja terdidik yang mulai merambah di berbagai sektor di Indonesia. Untuk itu harus didukung dengan kualitas SDM Indonesia yang unggul, sehingga membutuhkan peran guru. Jika kualitas SDM Indonesia kalah dengan negara lain, maka beberapa sektor strategis akan diisi oleh tenaga kerja dari negara lain.


Tantangan terakhir adalah tumbuhnya generasi milenial dengan cara hidup, berpikir dan bersosialisasi yang berbeda dengan  generasi sebelumnya.  Generasi milenial yang cenderung bersikap dinamis,  berpikir praktis dan menyukai hal-hal baru akan menuntut guru menyesuaikannya. Jika tidak, maka guru tidak bisa mengikuti perkembangan anak didiknya bahkan akan menghadapi hamabatan dalam proses pembelajaran. (AF).