Berita


Redaktur Web
2019-04-03 02:45:39
Jaelani Uraikan Bahwa Nilai-nilai  Revolusi Mental Sangat Diperlukan bagi Penyuluh

BDKSURABAYA – Nilai-nilai dalam materi revolusi mental terdiri dari integritas, etos kerja dan gotong royong  adalah nilai-nilai yang krusial dan sangat dibutuhkan bagi seseorang dalam profesi apapun, tak terkecuali penyuluh.  Tugas dan fungsi penyuluh sebagai penerang  masyarakat justeru  sangat akrab dengan nilai-nilai tersebut. Meskipun nilai-nilai tersebut telah lama menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia, namun perlu ditegaskan kembali agar menjadi pengingat bagi kita semua. Demikian penjelasan Ahmad jaelani, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, ketika menjelaskan materi Revolusi Mental  di hadapan peserta Diklat Penyuluh Agama Non PNS di Kankemenag Kab. Kediri  (03/04/2019).


Ia menjelaskan bahwa tugas penyuluh sarat dengan pemberian ceramah dan ajaran-ajaran kebaikan, sehingga tidak asing lagi dengan sikap dan perilaku berintegritas. Integritas sebagai pilar pertama dari revolusi mental dalam pandangannya menjadi  hal pertama dan utama yang akan berdampak pada  pribadi seseorang. Ketika integritas telah menjadi bagian dari hidup seseorang, maka  akan berpengaruh terhadap perilaku lain, sehingga ketika seseorang telah berintegritas, maka kebanyakan etos kerjanya tinggi. Maka etos kerja akan terkait erat dengan integritas.


Menyinggung masalah gotong royong, jaelani menjelaskan bahwa  sebagai masyarakat  kita sejak dulu telah akrab dengan istilah dan perilaku gotong royong. Bahkan gotong royong telah menjadi budaya Indonesia,  yang saat ini masih terlihat, terutama di masyarakat pedesaaan. Hal tersebut bukan berarti masyarakat perkotaan tidak membutuhkan gotong royong. Semangat dan jiwa gotong royong tetap dibutuhkan dalam kehidupan sosial, apakah itu di masyarakat ataupun dalam lingkungan kerja .


Gotong royong dalam pandangan Jaelani adalah merupakan perwujudan dari  rasa empati dan kepedulian sosial. Masyarakat yang menghayati nilai-nilai gotong royong, menurutnya cenderung untuk bersikap sosial, peduli dengan sesama dan memandang orang lain sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia. Maka gotong royong  menjadi nilai-nilai positif yang perlu dihidupkan di manapun kita berada. (AF)