Berita


Redaktur Web
2019-09-05 10:54:47
Perdalam Pengetahuan tentang Rukun Islam ke-5 Peserta,  Syafrudin Berikan Materi Essensial Ibadah Haji dan Umrah

BDKSURABAYA -  Materi Essensial Ibadah Haji dan Umrah termasuk materi inti dalam  diklat Guru Fikih Madrasah Ibtidaiyah. Materi tersebut menjelaskan tentang haji sebagai rukun Islam yang ke-5 dan umrah sebagai ibadah yang dikatakan sebagai haji kecil, yang hukumnya bisa wajib dan sunnah. Demikian penjelasan Syafrudin, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya ketika menjelaskan tentang haji dan umrah kepada peserta diklat (05/09/2019).



Pria yang meperoleh gelar master dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut menjelaskan bahwa dengan materi tersebut diharapkan peserta mampu memahami dan menganalisis materi essensial ibadah haji dan umrah, selanjutnya mempresentasikan hasil analisisnya. Materi haji dan umrah tersebut meliputi jenis-jenis haji yang terdiri dari haji tamattu’, ifrad dan qiran.



Menurutnya haji ditinjau dari segi istilah adalah pergi ke baitullah dengan tujuan ibadah  untuk melakukan thowaf, sa’i, wukuf di padang arofah dan ketentuan-ketentuan lain, seperti syarat dan rukunnya dalam waktu yang telah ditentukan. Haji tersebut hukumnya wajib mereka yang telah mampu, seperti firman Allah S.W.T. dalam Surat Ali Imran  97 yang artinya :” Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”



Selanjutnya Syafrudin menjelaskan bahwa dilihat dari cara pelaksanaannya, terdapat tiga jenis haji, yaitu haji tamattu’, ifrad dan qiran. Haji tamattu ‘ adalah haji yang dilaksanakan dengan  mendahulukan umrah terlebih dahulu, kemudian baru haji. Jamaah haji bisa berihram dari miqatnya dengan niat umrah, selanjutnya menyelesaikan umrahnya sampai tahalul.  Mereka berdiam dulu di Mekkah dan selama di Mekkah tidak dalam keadaan ihram. Ketika menjelang tanggal 8 Dzulhijah, barulah mereka berihram dari hotelnya masing-masing dengan niat haji.



Sedangkan haji ifrad menurutnya adalah memisahkan antara ibadah haji dengan umrah. Para jamaah yang  datang ke Mekkah dengan niat haji saja sedangkan umrah dilaksanakan setelah selesai mealaksanakan ibadah haji. Sedangkan haji qiran adalah haji yang dilaksanakan bersamaan dengan umrah, artinya jamaah  berihram pada miqatnya ktika bulan haji dengan niat haji sekaligus umrah, selanjutnya melaksanakan  rukun, wajib dan sunah haji.



Dalam penjelasannya tentang umrah ia, menyampaikan bahwa rukum umrah terdiri dari ihram, thowaf, sa’i, tahalul dan tertib. Umrah bisa dilakukan secara mufradah, artinya umrah yang dikerjakan dengan cara terpisah atau tidak ada kaitannya dengan haji, waktu bisa bebas sepanjang tahun dan bisa dilakukan secara fleksibel selama ada kemauan dan kemampuan. Di samping itu ada umrah tamattu’ dimana umrah dilakukan ada kaitannya dengan ibadah haji tamattu’ artinya umrah dulu selanjutnya melaksanakan haji.(AF).