Berita


Redaktur Web
2019-09-23 13:00:17
Buka Diklat, Kasubbag TU BDK Surabaya Sampaikan 4 Unsur Peserta Diklat

BDKSURABAYA – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya sebagai salah satu unit pelaksana tugas (UPT) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI yang bertugas menyelenggarakan diklat tenaga administrasi dan tenaga teknis pendidikan dan keagamaan. Hal itu sesuai dengan  Peraturan Menteri Agama Nomor 59 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan. Sedangkan sasaran dari diklat tersebut terdiri dari 4 unsur. Demikian penjelasan Kasubbag TU Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muslimin ketika memberikan sambutan pengarahan dan membuka 3 angkatan diklat di BDK Surabaya (23/09/2019).


Dihadapan 105 peserta diklat yang terdiri dari guru madrasah di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tersebut, ia  menguraikan bahwa  yang mendapatkan pelayanan diklat dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya adalah terdiri dari 4 unsur, yaitu pertama, PNS yang bertugas di Kementerian Agama yang terdiri dari pegawai struktural dan fungsional; kedua, pegawai Non PNS yang bertugas di Kemenag; ketiga masyarakat yang mempunyai tupoksi  membantu pemerintah, khususunya Kemenag, seperti pengurus pondok pesantren, TPQ, atau pengurus masjid; dan keempat PNS lain yang tugas dan fungsinya untuk Kemenag, seperti guru agama yang berada di sekolah umum.


Hal tersebut, lanjutnya, bukan berarti  BDK Surabaya menolak untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat, kelompok masyarakat  atau organisasi profesi, namun BDK Surabaya membuka seluas-luasnya kepada masyarakat tersebut  melalui kerja sama dalam bentuk kediklatan. Organisasi profesi seperti PGRI atau MGMP atau organisasi lain dipersilakan untuk mennjalain kerja sama dengan BDK Surabaya. Hal tersebut sudah menjadi komitmen dari BDK Surabaya untuk ikut berpartisipasi dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


Pendidikan, dalam pandangan Muslimin berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa sedangkan motor penggerak pendidikan adalah tenaga pendidik dan kependidikan di lembaga pendidikan. Untuk itu, kompetensi para pendidik dan tenaga pendidikan perlu terus dikembangkan melalui  beragam pelatihan.Apalagi saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesatnya.


Upacara pembukaan tersebut  dihadiri oleh pejabat eselon IV, koordinator widyaiswara dan panitia penyelenggara.  Diklat yang dibuka kali ini terdiri dari Diklat Teknis Substantif (DTS) Guru Matematika Madrasah Aliyah, DTS Guru Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah Angkatan ke-2 dan  DTS Guru Pendidikan Agama Islam SD Angkatan ke-1. Sedangkan 3 hari mendatang tepatnya 26 September akan dibuka lagi 1 diklat, yaitu Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah. (AF).