Berita


Redaktur Web
2019-10-24 11:58:53
Disabilitas tak  Halangi  Rahman  Selesaikan Evaluasi Akademik

BDKSURABAYA -  Evaluasi akademik untuk peserta Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 di Graha Widya Bhakti Stiesia berjalan sukses. Seluruh peserta mampu mengerjakan soal pada evaluasi akademik, termasuk salah seorang peserta disabilitas.  Diantara 200 peserta Latasar terdapat salah satu orang peserta penyandang tunanetra, Rahman Agus Priyana yang berasal dari  Madiun (24/10/2019).



Penyandang tunanetra sejak lahir tersebut mampu mengerjakan soal pembahasan kasus. Dengan perangkat  laptop miliknya yang sudah terinstal suara, ia mampu menjawab soal pada pembahasan kasus yang terdiri dari 4 soal. Duduk pada deretan paling belakang, Rahman didampingi panitia penyelenggara yang membacakan kasus dan soalnya. Jika ada yang kurang jelas, panitia mengulangi membaca soal kasus tersebut selanjutnya memberi kesempatan pada Rahman untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dituangkan dalam bentuk tulisan pada laptop.



Untuk mengerjakan soal pilihan ganda yang berjenis computer assisted test (CAT) salah seorang panitia penyelenggara mendampinginya dengan membacakan soal, sekaligus mengoperasikan laptop  dan memilih jawaban berdasarkan pilihan dari Rahman.  Dengan  teknik seperti itu, Rahman mampu menyelesaikan soal  dan mengakhiri pekerjaannya 14 menit sebelum waktu berakhir. Rata-rata peserta manyelesaikan pekerjaannya 20 menit menjelang waktu berkahir. Hal itu menadakan bahwa Rahman terbilang mampu menyelesaikan pekerjaannya dan hanya selisih 6 menit dari waktu rata-rata yang dibutuhkan peserta dalam menyelesaikan soal.



Pada hari-hari biasa, saat proses pembelajaran Latsar, Rahman juga mampu mengikutinya. Jika materi disampaikan dalam bentuk ceramah, ia langsung mampu mengikutinya. Namun untuk materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video pendek, ia mendengarkan sambil menanyakan kalimat yang tertera pada video tersebut kepada teman di sampingnya. Dengan cara seperti itu ia mampu mengikuti materi yang disampaikan pengajar.



Untuk tugas seperti membuat rancangan aktualisasi, guru Sejarah Kebudayaan Islam pada MAN 2 Madiun tersebut mengerjakannya dengan laptop khusus miliknya, sedangkan untuk merapikan layout tulisan, ia minta bantuan kepada rekan sesama peserta Latsar. (AF).