Berita


Redaktur Web
2019-08-10 11:44:24
Tutup Diklat, Sekretaris Balitbangdiklat Kemenag RI Berpesan agar Peserta Tak Terjerembab ke Ekstrim Kanan atau Kiri

BDKSURABAYA -  Kebersamaan nasional harus tetap dijaga, dipelihara dan disosialisasikan  ke masyarakat karena bangsa Indonesia begitu beragam dalam hal suku, agama, ras  dan antar golongan. Untuk itu ketika bergama  sikap  moderat sangat diperlukan.  Demikian penggalan sambutan pengarahan Sekretaris Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat) Kemenag RI, Muhammad Ishom Yusqi  ketika menutup 7 angkatan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (10/082019).


Menurutnya, fenomena yang sekarang terjadi di masyarakat masih ada yang cenderung terperangkap dalam ekstrimitas, baik ekstrim kanan atau kiri. Kondisi tersebut dalam pandangannya  bisa menimbulkan konflik.  Maka ia berpesan agar peserta tidak terjerembab dalam ekstrimitas dalam memeluk agama.


Sekretaris Balitbangdiklat menyampaikan bahwa dalam beragama, idealnya  tidak bertentangan dengan sunatullah,  sehingga beragama adalah untuk kebahagiaan umat manusia. “Beragama  tidaklah bertentangan dengan kemulyaan manusia. Beragama tapi menegasikan, membunuh sesama manusia berarti dia terjebak dalam ekstrimitas,” tandasnya.


Dalam beragama,  menurut profesor dari UIN Syarif Hidayatullah tersebut  sikap tawassuth, i’tidal, tawazun dan tasamuh  sangat diperlukan. Tawassuth adalah sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri atau kanan. Dalam praktiknya, wujud dari sikap tersebut adalah sikap yang  membawa  kebaikan bagi kehidupan masyarakat. Sedangkan sikap i’tidal adalah tegak lurus membela kebenaran dan keadilan. Selanjutnya sikap tawazun, artinya seimbang dan proporsional, yaitu sikap yang mampu menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.  Yang terakhir adalah sikap tasamuh yaitu sikap mau menerima perbedaan dan toleran terhadap sesama, namun tetap diimbangi sikap keteguhan pendirian.(AF).