Berita


Redaktur Web
2020-07-20 10:42:36
Buka 11 Angkatan DJJ, Plt. Kepala Balitbangdiklat Jelaskan Bahwa Mutu adalah Investasi

BDKSURABAYA-  Suatu investasi diharapkan akan menghasilkan sebuah keuntungan di masa mendatang. Keuntungan tersebut bisa berupa kondisi yang ideal di masa mendatang atau  adanya perbaikan dan kemajuan dari kondisi saat ini.  Karenanya  mutu adalah investasi sedangkan sesuatu yang tidak bermutu adalah beban. Demikian penjelasan Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat) Kementerian Agama RI, Mahsusi ketika membuka  diklat jarak Jauh (DJJ) Balai Diklat Keagamaan (BDK)  Surabaya melalui Zoom Cloud Meeting dari Jakarta (20/07/2020).



Kali ini kegiatan DJJ yang dibuka sebanyak 11 angkatan, yaitu DJJ Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Angaktan I, DJJ Penyusunan RPP bagi Guru PAI SD Angaktan II, DJJ penyusunan RPP bagi Guru PAI SMP Angkatan I dan II, DJJ penilaian Pembelajaran bagi Guru MTs Angkatan VI, DJJ Penilaian Pembelajaran bagi Guru MI Angkatan I dan II,  DJJ Bimbingan Konseling (BK) bagi Guru Madrasah Aliyah (MA) Angkatan II, DJJ Media Pembelajaran berbasis Multimedia  bagi Guru MA Angkatan II, DJJ Teknis Manajemen Madrasah Angkatan I dan  II.



Menururtnya, saat  ini  setiap orang sangat  berkepentingan dengan mutu. Orang mulai peduli dengan mutu sehingga  dalam setiap aktivitas kehidupannya ingin  sesuatu yang bermutu. Ketika menyekolahkan anaknya mereka akan mencari sekolah yang bermutu. Demikian juga ketika mencari atau membeli barang, maka akan dipilih baang yang bermutu. Maka ia menyampaikan  agar peserta menjadi peserta yang bermutu agar melahirkan diklat yang bermutu. Apapun profesinya, apakah guru atau kepala madrasah maka haruslah menjadi guru dan kepala madrasah yang bermutu.



Mutu, dalam pandangan pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balitbangdiklat RI tersebut adalah sebagai sebuah kondisi yang memenuhi standar dan harapan sehingga ketika tidak memenuhi standar dan harapan, dapat dikatakan tidak bermutu..



“Ibadahnya bagus, itu investasi, akhlaknya bagus, itu investasi. Jika mempunyai murid yang bermutu, itu investasi sedangkan jika tidak bermutu maka akan menjadi beban. Jika guru tidak bermutu  itu akan menjadi beban bagi lembaga pendidikan,’ tegasnya.



Pembukaan DJJ  yang diikuti oleh  440 peserta tersebut dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, pejabat eselon IV dan panitia penyelenggara. Direncanakan kegiatan tersebut akan diakhiri pada 4 Agustus mendatang (AF).