Berita


Redaktur Web
2020-01-13 02:46:21
BKP SDM Kota Batu, BKPP Kab. Banyuwangi dan BKD Kab. Gresik Adakan Kerjasama dengan BDK Surabaya untuk Selenggarakan  Pelatihan Dasar CPNS

BDKSURABAYA – Pelatihan dasar (Latsar) menjadi pelatihan yang wajib diikuti oleh  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebelum mereka menjadi PNS. Dalam Peraturan pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS, ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang strategis untuk membentuk PNS yang profesional adalah dengan diklat parajabatan/pelatihan dasar. Karenanya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan (BKP) SDM Kota Batu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab. Banyuwangi dan Badan Kepegawaian Daerah Kab. Gresik (sebagai pihak pertama)  menjalin kerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya (sebagai pihak kedua) untuk menyelenggarakan Latsar bagi CPNS.(13/01/2020).


Kegiatan yang dibiayai dari anggaran pihak pertama tersebut direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 20 Januari sampai dengan 13 Maret 2020, dengan model on dan off kampus. Pada tanggal 20 Januari sampai dengan 8 Februari 2020, peserta menjalani pembelajaran di kelas (on kampus); 10 Februari sampai dnegan 10 Maret 2020, peserta  off kampus untuk menjalani aktualisasi di tempat kerja. Sedangkan  11 sampai dengan 13 Maret peserta menjalani evaluasi aktualisasi (on kampus).


Terdapat 160  CPNS golongan III dan 29 CPNS golongan II  yang mengikuti Latsar. Dari 189 CPNS tersebut terdapat 78 CPNS golongan III dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, 72 CPNS golongan III dari Pemerintah Kab.(Pemkab)  Banyuwangi, 10 CPNS golongan III dari Pemkab Gresik dan 29  CPNS golongan II dari Pemkab. Gresik. Mereka dibagi menjadi 5 angkatan, 4 angkatan untuk golongan III (160 peserta) dan I angkatan untuk golongan II.


Tujuan dari penyelenggaraan Latsar tersebut seperti yang diuraikan oleh Kasi Diklat Tenaga Administrasi BDK Surabaya, Danang Eka Sandi, adalah  untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional, yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh sikap dan perilaku bela negarara, nilai-nilai dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta menguasai bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan publik.





Selama proses pembelajaran, peserta akan menerima materi yang berisi materi dasar, inti dan penunjang dari pengajar yang terdiri dari widyaiswara, Yonif Raider 500 Surabaya, pejabat BDK Surabaya dan pejabat dari instansi pihak pertama.


Proses pembelajaran akan berlangsung dengan pendekatan andragogi melalui metode ceramah, pembahasan kasus, penugasan, role playing, tanya jawab dan metode lain yang sesuai.


Kegiatan yang akan diselenggarakan di kampus BDK Surabaya tersebut direncanakan akan  ditangani oleh panitia penyelenggara dari pihak pertama dan pihak kedua yang telah mengikuti training officer course (TOC) dan management of training (MOT).(AF).