Berita


Redaktur Web
2021-03-22 10:19:10
Berpacu dengan Waktu, BDK Surabaya Selenggarakan 14 Angkatan Pelatihan Sekaligus

BDKSURABAYA – Dengan memberdayakan sumber daya manusia yang ada, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan 14 angkatan pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK). Kegiatan tersebut digelar secara serentak di 12 wilayah kerja karena program pelatihan di tahun 2021 relatif masih banyak sehingga harus berpacu dengan waktu.


Pelatihan yang dibuka  terdiri dari Pelatihan Tematik MI yang dilaksanakan di wilayak kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Sumenep dan Kab. Kediri. Pelatihan Manajemen Pembelajaran Madrasah Diniyah yang diselenggarakan di Kemenag Kota Pasuruan, Kab. Pasuruan dan Kab. Nganjuk. Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi guru MI dan MTs digelar di Kab. Pasuruan. Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  bagi Guru MTs dilaksanakan di Kab. Bojonegoro daln Lamongan. Sedangkan Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme bagi ASN diselenggarakan di  Kab. Tulungagung, Trenggalek, Sampang, Blitar dan Kab. Jember.(22/03/2021).


Kegiatan tersebut rata-rata dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag setempat, pejabat Kemenag setempat dan pejabat dari BDK Surabaya. Dalam sambutan pengarahannya, para pejabat yang membuka kegiatan menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kompetensi tersebut diperlukan bagi ASN Kemenag dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga diselenggarakannya pelatihan menjadi momen yang berharga bagi peserta. Peserta bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga siap menghadapi tugas dan tanggung jawabnya dengan segala persoalan yag menyertainya.


Guru madrasah Ibtidaiyah diharapkan mampu  mengajar dengan baik dan menerapkan pembelajaran tematik sehingga peserta didik mampu memahami pelajaran yang disampaikan. Mereka juga diharapkan mampu  membuat karya tulis ilmiah yang bisa dipublikasikan.  Guru  MTs  diharapkan menguasai teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas. Guru Madrasah Diniyah diharapkan mampu mengubah dan menerapkan  metode pembelajaran  yang dipandang lebih efektif. Penyuluh agama dituntut untuk mampu menjadi penerang dan pencerah masyarakat darn menyampaikan ilmu agama dengan benar.  Sementara itu kepala madrasah, waka dan kaur TU madrasah diharapkan  mampu menerapkan  konsep moderasi beragama dalam  madrasah dan menerapkan strategi agar impelementasi moderasi bergama mewarnai kehidupan di madrasah.


Pembukaan tersebut rata-rata dihadiri oleh panitia penyelenggara, para pejabat pada Kemenag setempat dan widyaiswara. Kegiatan yang ditangani oleh  panitia penyelenggara dari BDK Surabaya dan dari Kemenag setempat tersebut akan berakhir pada 27 Maret 2021. Pada saat penutupan direncanakan  peserta yang memenuhi syarat akan diberikan sertifikat secara langsung. (AF).