Berita


Redaktur Web
2020-02-10 13:01:12
Sebanyak 140  Guru Madrasah dan 70 Pengawas Ikuti Diklat di BDK Surabaya

BDKSURABAYA – Peningkatan kompetensi guru dan pengawas madrasah terus  dilakukan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.  Kali ini  terdapat 4 angkatan  diklat untuk guru dan 2 angkatan  diklat untuk  pengawas yang diselenggarakan di BDK Surabaya. Kegiatan tersebut terdiri dari Diklat Teknis Substantif (DTS) Guru Matematika Madrasah Ibtidaiyah (MI), DTS Guru Akidah Akhlak MI, DTS Guru Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah (MTs),  DTS Publikasi Imiah  bagi Guru MA,  DTS Penguatan Kompetensi Pengawas  Angkatan I dan  DTS Penguatan Kompetensi Pengawas Angkatan 2. Ke-6 angkatan diklat tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BDK Surabaya Muchammad Toha (10/02/2020).



Dalam sambutannya, Toha menguraikan bahwa  seorang guru perlu mempunyai jiwa dan semangat nasionalisme yang tinggi. Indonesia adalah negara yang besar di mana kemerdekaan yang diperoleh  dengan penuh perjuangan. Bahkan sejak jaman kerajaan Majapahit, negara kita  mempunyai wilayah sampai ke Philipina. Ia selanjutnya mencontohkan seorang tokoh yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi pada masa  kemerdekaan, yaitu Soekarno. Menurutnya, Soekarno sebagai salah satu pahlawan kemerdekaan yang kiprahnya telah diakui dunia. “Ketika negara di dunia  terpecah menjadi dua blok, yaitu blok timur dengan Uni Soviet sebagai  pemimpinnya, dan blok barat dipimpin oleh Amerika Serikat, Soekarno dengan tegas menyatakan tidak mengikuti kedua blok tersebut dan menggalang  kekuatan sebagai negara non blok yang selanjutnya  disahkan dengan konferensi Asia Afrika di Bandung,” urai Toha.



Hal itu menurutnya, membuktikan bahwa Soekarno sebagai  negarawan sejati yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Ironisnya, menurutnya, saat ini justeru  sesama anak bangsa saling sikut  dan  membenturkan negara dengan agama. “Kita ribut dengan urusan yang tidak penting,”  tegasnya.



Oleh karena itu, ia berpesan kepada guru dan pengawas agar  mampu menjadi Aparatur Sipil Negara yang baik, yaitu  sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik dan perekat serta pemersatu bangsa.



Upacara pembukaan yang berlangsung semarak tersebut dihadiri oleh pejabat di lingkungan BDK Surabaya, koordinator widyaiswara dan panitia penyelenggara (AF).