Berita


Redaktur Web
2021-08-23 13:28:34
Sampaikan Materi Via Zoom, Khamim Jelaskan tentang Hakikat Matematika dan Pembelajarannya

BDKSURABAYA – Matematika adalah bahasa simbol, numerik dan bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emosional. Matematika adalah berpikir logis, sara berpikir, logika pada masa dewasa. Matematika adalah ratunya ilmu sekaligus pelayannya. Demikian penjelasan awal Khamim Tohari, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya ketika memberikan materi esensial aspek bilangan kepada peserta PJJ Matematika Madrasah Ibtidaiyah (MI). (23/08/2021).


Melalui zoom, ia menguraikan bahwa matematika adalah sains formal dan murni yang mempelajari bilangan, fakta, ruang, hubungan pola, bentuk dan struktur serta mempelajari kuantitas dan besaran. Matematika juga merupakan  cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sitematik.


Menurutnya, ciri  utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten. Namun demikian, pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi.


Sedangkan karekteristik matematika menurutnya adalah emiliki obyek abstrak, bertumpu pada kesepakata, berpolapikir dedukti, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan dan konsisten dalam sistemnya.


Dalam penjelasannya, untuk mengajarkan matematika pada siswa, sebaiknya guru memahami bagaimana modus belajarnya. Ada beberapa modus belajar yang biasanya ada pada siswa, yaitu bertipe auditory, visual,  kinestetik atau tactile. Mereka yang bertipe auditory, hasil belajarnya akan maksimal jika menggunakan pendengaran. Untuk tipe visual, hasil belajar siswa akan maksimal  jika melihat visualisasi konsep. Bagi yang bertipe kinestetik hasil  belajarnya akan maksimal jika siswa diberi kesempatan melakukan sesuatu  dengan bergerak. Sedanggkan yang bertipe tactile hasil belajar siswa  akan maksimal jika  diberi kesempatan menyentuh dan merasakannya.


Pada kesempatan tersebut, Khamim juga membahas tentang pendekatan, metode, model, teori belajar, paridgma dan strategi pembelajaran.(AF).