Berita


Redaktur Web
2020-02-11 14:50:32
Hari Kedua  Peserta Diklat Publikasi Ilmiah Terima Materi Konsep Dasar Publikasi Ilmiah

BDKSURABAYA – Setelah hari pertama  menerima materi building, learning and commitment, keesokan harinya peserta diklat teknis substantif  publikasi ilmiah bagi guru Madrasah Aliyah (MA) menerima materi konsep dasar publikasi ilmiah. Menurut Zanuar Ansori, widyaiswara yang mengajar di kelas publikasi ilmiah, tujuan materi tersebut diberikan agar peserta mampu memahami perbedaan jenis-jenis publikasi ilmiah dan  mampu mengevaluasi penerapan prinsip APIK (asli, perlu, ilmiah dan konsisten). Peserta juga diharapkan mampu menghitung angka kredit publikasi ilmiah beserta bukti pendukungnya.(11/02/2020).



Dalam pandangan Zanuar, publikasi ilmiah adalah kegiatan penyebarluasan karya ilmiah. Dalam lingkup dunia pendidikan,  khususnya guru, maka kegiatan publikasi  ilmiah bisa dilakukan dalam bentuk presentasi pada forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif dalam bidang pendidikan dan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru.



Untuk presentasi pada forum ilmiah, lanjut Zanuar, dapat berupa keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah sebagai pemrasaran atau pembahas dari  tulisan ilmiah dalam bentuk makalah yang berisi ringkasan hasil penelitian, gagasan, ulasan atau tinjauan ilmiah. Isi pada makalah tersebut haruslah berisi permasalahan pada pendidikan formal pada satuan pendidikannya sesuai dengan tugas guru yang bersangkutan.



Dalam menjelaskan publikasi dalam bentuk laporan hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan formal, Zanuar menekankan pentingnya memahami karya ilmiah yang terkait erat dengan profesi guru, seperti penelitian tindakan kelas (PTK). Produk dari PTK tersebut selanjutnya bisa diterbitkan dalam bentuk buku yang ber-ISBN dan mendapat pengakuan BSNP. Di samping itu juga bisa diterbitkan dalam  bentuk artikel ilmiah  yang dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah yang diedarkan secara nasional dan terakreditasi. Juga bisa diterbitkan  pada majalah ilmiah/jurnal ilmiah tingkat provinsi atau kabupaten. Juga  diseminarkan di madrasahnya.



Berikutnya, dalam uraiannya peserta juga dapat membuat karya ilmiah dalam bentuk  buku pelajaran, modul/diktat pembelajran, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan atau buku pedoman guru. (AF).