Berita


Redaktur Web
2019-12-30 14:41:13
Indeks Persepsi Korupsi BDK Surabaya Berada pada Angka 3,21

BDKSURABAYA - Balai Diklat Keagamaan Surabaya adalah lembaga pemerintah yang menjadi Unit Pelaksana Tugas  (UPT) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan pelayanan diklat di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama No. 59 tahun 2015, tugas Balai Diklat Keagamaan (BDK) adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) tenaga administrasi dan tenaga teknis pendidikan dan keagamaan.(30/12/2019).



Dalam melaksanakan tugasnya, BDK Surabaya senantiasa terkait dengan aktivitas pelayanan kepada peserta diklat. Diharapkan pelayanan yang diberikan adalah pelayanan publik yang bebas dari unsur korupsi, kolusi dan nepotisme.



Untuk mengetahui apakah   pelayanan kediklatan bebas dari korupsi, maka  dilakukan survei tentang  persepsi masyarakat  terhadap pelayanan BDK Surabaya. Persepsi yang baik dari peserta diklat akan ditunjukkan dari tingginya perolehan Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Sedangkan  IPK yang rendah menunjukkan  kurang pedulinya lembaga terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari korupsi.



Di tahun 2019 Balai Diklat Keagamaan Surabaya telah melakukan survei IPK. Survei tersebut berlangsung dari  dari Bulan Februari sampai dengan Desember 2019. Merreka yang menjadi responden adalah peserta diklat yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BDK Surabaya mulai Februari sampai dengan November 2019.



Dari kuesioner yang telah disebarkan melalui link whatsapp pribadi maupun grup, diperoleh responden 300 orang yang berpartisipasi mengisi kuesioner. Mereka yang mengisi kuesioner lebih dari satu kali hanya dihitung satu kali, sehingga isian pada kuesioner yang lain tidak diperhitungkan dalam analisis.



Untuk unsur yang dipakai untuk mengukur persepsi peserta diklat dalam survei ini sebanyak 9 yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dengan 4 pilihan jawaban dengan skala ordinal,  yaitu “tidak setuju”, “kurang setuju”, “setuju”, “sangat setuju” dengan skor untuk masing masing jawaban dari angka 0, 1 2  dan 3.



Ke 9 unsur  tersebut terdiri dari 1) prosedur pelayanan yang ditetapkan; 2) pelayanan di luar prosedur; 3) praktik pencaloan; 4) sikap diskriminatif petugas pelayanan 5) pungutan liar;  6) permintaan imbalan atas pelayanan; 7) penolakan gratifikasi; 8) kesesuaian layanan dengan daftar layanan; dan 9) sikap diskriminatif dalam pengaduan layanan.



Kuesioner yang telah diisi responden diolah dengan cara melakukan tabulasi data dan pemberian skor dari masing-masing jawaban yang dipilih responden. Selanjutnya  skor dari masing-masing pilihan responden pada tiap pernyataan dijumlahkan, selanjutnya dianalisis.



Skala Indeks  Tiap Unsur  berkisar antara 0 sampai dengan 1. Berhubung unsur yang dinilai ada 9, maka semakin mendekati angka 9 maka Indeks Persepsi Korupsi yang diperoleh semakin baik (lembaga semakin bersih dari korupsi).



Dari 300 responden yang berpartisipasi dalam survei,  168 berjenis kelamin laki laki dan 132 perempuan. Responden yang mempunyai partisipasi terbesar dari survei ini adalah mereka  yang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) dengan jumlah sebanyak 151 orang (50,33%), disusul Diklat Teknis Keagamaan (diklat untuk penyuluh, penghulu, pengelola pondok pesantren, petugas hisab rukyat dll), sebanyak 63 orang (21%), berikutnya secara berurutan Diklat Teknis Pendidikan (diklat untuk guru madrasah, guru PAI di sekolah, pengawas, calon pengawas, calon kepala madrasah dan kepala madrasah) sebanyak 55 orang (18,33%), Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, 17 orang (5,67%) dan Diklat Tenaga Administrasi sebanyak 14 orang (4,67%).



Dari hasil analisis data, Nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) pada BDK Surabaya dengan skala 0 – 9 adalah 7,22. atau 3,21 dengan skala 0-4. Jika dengan skala 10, maka nilai IPK berada pada angka 8,017. Hal itu meningkat dari tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2018 IPK nya sebesar 6,99 pada skala 9. Jika dikategorikan dengan 4 kriteria, yaitu tidak baik (<1), kurang baik (1,01 – 2,00), baik (2,01 – 3,00) dan sangat baik (3,01 – 4,00), maka IPK yang diperoleh BDK Surabaya berada pada kategori sangat baik. (AF).