Surabaya, 18 Maret 2025 – Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd., menegaskan bahwa penyelesaian laporan kegiatan menjadi prioritas utama setelah pelatihan selesai dilaksanakan. Laporan yang sudah rampung akan menjadi acuan dalam perbaikan dan penyelenggaraan pelatihan di gelombang berikutnya. Selain itu, evaluasi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat agar lebih efektif dan efisien.
Hal ini disampaikan dalam rapat evaluasi pelatihan gelombang I yang berlangsung pada Selasa (18/3) di BDK Surabaya. Dalam rapat ini, panitia dan widyaiswara dari setiap angkatan menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan pelatihan mereka, termasuk efektivitas metode pembelajaran, kendala yang dihadapi, serta masukan untuk peningkatan kualitas diklat di masa mendatang. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar pelatihan berikutnya lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.
Rapat ini dihadiri oleh Kasubbag TU, Dr. H. Muslimin, M.M., panitia, serta widyaiswara dari lima angkatan yang tergabung dalam pelatihan gelombang I. Pelatihan ini sendiri telah berlangsung pada 4–12 Maret 2025 dengan sistem blended learning (kombinasi online dan offline), yang mengombinasikan metode daring dan luring untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran.
Adapun pelatihan yang termasuk dalam gelombang I ini meliputi:
Sebagai tindak lanjut, Kepala BDK Surabaya menekankan bahwa laporan harus diselesaikan dalam waktu maksimal dua minggu setelah pelatihan berakhir. Selain itu, panitia dan widyaiswara diminta untuk memberikan pembaruan laporan setiap minggu guna memastikan proses penyusunan berjalan lancar dan sesuai target.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan pelatihan selanjutnya dapat berjalan lebih baik dan semakin meningkatkan kompetensi peserta. BDK Surabaya berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelaksanaan pelatihan agar lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. (d)