Surabaya, 17 Maret 2025 – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya merealisasikan program Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 182 Tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin ke-8 yang berfokus pada keberlanjutan ekosistem dan perlindungan lingkungan hidup.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ini, Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd., bersama Kasubag TU, Dr. H. Muslimin, M.M., melakukan penanaman pohon buah matoa di lingkungan BDK Surabaya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan pegawai dan peserta diklat.
Gerakan penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari program ekoteologi, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai agama. Dengan pendekatan ini, diharapkan umat beragama dapat lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan menjadikannya sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Diharapkan, melalui program ini, BDK Surabaya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, keluarga besar BDK Surabaya, serta masyarakat luas. Dengan semakin banyaknya pohon yang ditanam, manfaat ekologis seperti peningkatan kualitas udara, konservasi air, dan habitat bagi keanekaragaman hayati dapat semakin dirasakan.
BDK Surabaya terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan lestari. (a)