Surabaya, 7 Februari 2025 – Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar kajian kitab Ayyuhal Walad karya Syaikh Imam al-Ghazali. Kitab yang sarat dengan nasihat bijak ini mengupas metode pembinaan akhlak, etika, dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini menghadirkan Widyaiswara BDK Surabaya, Mushollin, S.Ag., M.Pd.I. sebagai narasumber, dengan peserta terdiri dari seluruh widyaiswara serta sebagian karyawan, bertempat di Ruang Widyaiswara BDK Surabaya.
Kajian ini menjadi momentum penting dalam membahas metode pendidikan karakter, etika, dan akhlak sebagaimana tertuang dalam kitab Ayyuhal Walad. Kitab ini sendiri merupakan nasihat Syaikh Imam al-Ghazali kepada murid-muridnya, yang menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat, keteladanan guru, serta kebersihan hati dalam menuntut ilmu.
Dalam pemaparannya, Mushollin menjelaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Pesan Imam al-Ghazali dalam kitab ini masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Karakter yang kuat dan akhlak yang luhur menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Kajian ini disambut antusias oleh peserta, mengingat urgensi nilai-nilai moral dan etika dalam dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya berharap dapat terus menjadi pelopor dalam pembinaan karakter bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga nilai-nilai luhur Islam dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Kajian kitab ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam profesi maupun kehidupan sosial. Dengan demikian, BDK Surabaya terus berkontribusi dalam membangun insan yang berilmu dan berakhlak mulia, sebagaimana yang dicita-citakan dalam pendidikan Islam. (m)