Surabaya, 13 Februari 2025 – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya mendapat kunjungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Dalam kunjungan ini, Iptu Jauhari, S.H. menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama BDK Surabaya dalam Program Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di wilayah Jawa Timur.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd., dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Dr. H. Muslimin, M.M. Dr. Japar menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pelatihan dan aparat keamanan dalam membangun ketahanan nasional, terutama dalam menangkal paham-paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Kolaborasi antara BDK Surabaya dan Densus 88 merupakan langkah konkret dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama bagi para peserta pelatihan kami. Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya pencegahan radikalisme melalui pendidikan dan pelatihan,” ujar Dr. Japar.
Sementara itu, Iptu Jauhari menyampaikan apresiasi atas kontribusi BDK Surabaya dalam memberikan pemahaman tentang bahaya intoleransi dan radikalisme kepada para peserta pelatihan. Menurutnya, peran lembaga pelatihan sangat krusial dalam membentuk pemikiran yang inklusif dan toleran.
Program Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme yang dijalankan di Jawa Timur melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat sipil. BDK Surabaya, sebagai lembaga pelatihan di bawah Kementerian Agama, menjadi salah satu mitra strategis dalam menyebarkan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman kuat tentang bahaya ekstremisme, serta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun harmoni sosial.