Profesionalisme ASN menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas pelayanan publik. Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd., menegaskan bahwa ASN harus menunjukkan kinerja yang optimal karena kinerja merupakan tolok ukur profesionalitas. “Sebagai ASN Kemenag, kita diharapkan dapat memperlihatkan kinerja yang optimal. Salah satu ukuran profesionalitas adalah senantiasa berusaha meningkatkan kompetensi dan meng-upgrade pengetahuan kita karena tantangan saat ini semakin besar,” ujar Japar.
Hal tersebut disampaikan dalam Upacara Pembukaan Pelatihan Gelombang 2 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada 10 Maret 2025. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd.
Japar menjelaskan bahwa BDK Surabaya, sebagai lembaga pelatihan di bawah Kementerian Agama, terus memprogramkan berbagai macam pelatihan yang sesuai dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.
Pelaksanaan pelatihan ini berlangsung pada 10-13 Maret 2025 secara daring, dan akan dilanjutkan dengan sesi klasikal pada 19-21 Maret 2025 di Kantor Kementerian Agama masing-masing daerah. Pelatihan ini terdiri dari 6 angkatan (PPMB di Kab. Madiun, PPMB di Kab. Malang, PPMB di Kab. Ponorogo, Pelatihan Kerukunan Umat Beragama di Kab. Ngawi, Pelatihan IKM RA di Kab. Sidoarjo dan Pelatihan IKM Pembelajaran Berdiferensiasi di Kab. Gresik). Setiap angkatan terdiri dari 35 peserta.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubag TU, Dr. H. Muslimin, M.M dalam pelaporannya sebagai ketua panitia.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh ilmu dan keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam tugas dan tanggung jawab mereka di lingkungan kerja serta masyarakat luas. (d)