Surabaya, 10 Februari 2025 – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya mengadakan apel pagi yang dipimpin oleh Widyaiswara Utama, Dr. H. Jamal, M.Pd. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan pesan penting yang bersumber dari ajaran agama Buddha, yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
Dalam sambutannya, Dr. H. Jamal mengingatkan kembali tentang ajaran Buddha yang mengajarkan bahwa hidup ini adalah kesengsaraan. Untuk menghindari kesengsaraan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menahan hawa nafsu, berpuasa, tirakat, dan menjalani delapan jalan kebenaran. Pesan ini, menurut beliau, memiliki kesamaan dengan ajaran Islam, yang juga mengajarkan untuk senantiasa menahan hawa nafsu dan hanya melakukan hal-hal yang diridhoi oleh Allah demi keselamatan hidup dari keburukan.
“Makna dari ajaran ini sangat luas. Bahkan, jika kita kaitkan dengan kondisi instansi dan negara, pesan ini sangat relevan. Kita saat ini berada di era pemerintahan Presiden Prabowo yang dikenal dengan era disrupsi, di mana terjadi perubahan besar yang dipicu oleh teknologi dan inovasi. Di tengah perubahan ini, kita dituntut untuk menahan hawa nafsu kita dalam melakukan hal-hal yang kurang produktif atau tidak efisien, dan lebih fokus pada upaya inovasi yang bisa kita lakukan untuk menghadapi tantangan,” ujarnya.
Dr. H. Jamal menambahkan bahwa di era disrupsi ini, penting bagi kita untuk memperbaiki sektor-sektor kunci agar negara dapat memiliki pondasi yang kokoh dan siap menyambut Indonesia Emas 2045. Beliau berharap, seluruh anggota keluarga besar BDK Surabaya dapat mengisi waktu dengan hal-hal yang positif, meningkatkan wawasan dan kompetensi diri, sehingga setiap individu bisa tumbuh ke arah yang lebih baik setiap hari.
“Dengan menahan hawa nafsu dan fokus pada hal-hal yang membawa manfaat, kita bisa memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas diri. Inilah yang akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Apel pagi ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. H. Japar, M.Pd., Kepala Sub Bagian Tata Usaha BDK Surabaya, Dr. H. Muslimin, M.M., serta Koordinator Widyaiswara Dr. Achmad Zanuar Ansori, S.Pd., M.Ed. Mereka semua bersama-sama menyimak pesan-pesan berharga yang disampaikan oleh Dr. H. Jamal, yang diharapkan dapat menginspirasi seluruh keluarga besar BDK Surabaya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. (a)